🔴 Breaking
Kesehatan

Dampak Kebiasaan Minum Kopi Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Minum kopi dapat menyebabkan gigi menguning dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Namun, ada cara untuk mengurangi dampak negatif tersebut.

Maya Soraya Larasati

Penulis

20 August 2026
5 kali dibaca
Keseringan minum kopi juga berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Foto: Getty Images/iStockphoto/Parichart Thongmee
Keseringan minum kopi juga berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Foto: Getty Images/iStockphoto/Parichart Thongmee

Jakarta - Banyak orang mengeluhkan bahwa gigi mereka cepat menguning akibat kebiasaan minum kopi. Kekhawatiran ini memang memiliki dasar, namun ada kabar baik bahwa risiko tersebut dapat diminimalisir. Selain menyebabkan perubahan warna pada gigi, kebiasaan mengonsumsi kopi juga dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut, terutama bagi mereka yang tidak bisa menikmati kopi tanpa tambahan gula, yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Gigi Menguning

Kopi mengandung senyawa berwarna yang dapat menempel pada permukaan gigi. Jika dikonsumsi secara teratur, noda yang ditinggalkan dapat membuat gigi terlihat lebih gelap atau kekuningan. Noda yang disebabkan oleh kopi umumnya termasuk dalam kategori stain ekstrinsik, yang berarti perubahan warna tersebut terjadi pada permukaan gigi. Hal ini berbeda dengan perubahan warna yang berasal dari struktur gigi, yang lebih sulit untuk dihilangkan.

Risiko Gigi Berlubang

Kopi hitam tanpa tambahan gula memiliki risiko yang berbeda dibandingkan dengan kopi yang dicampur gula, sirup, atau pemanis lainnya. Semakin sering gigi terpapar gula, semakin besar kemungkinan bakteri dalam plak menghasilkan asam yang dapat merusak permukaan gigi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karies atau gigi berlubang. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan tidak hanya jumlah gula yang dikonsumsi, tetapi juga frekuensi minum kopi. Kebiasaan mengonsumsi kopi manis sedikit demi sedikit sepanjang hari dapat meningkatkan paparan gigi terhadap gula.

Selain itu, kopi memiliki sifat asam yang dapat berkontribusi terhadap kondisi lingkungan mulut yang lebih asam. Paparan asam yang berulang dapat meningkatkan risiko erosi gigi, yaitu ketika lapisan mineral gigi terkikis secara kimiawi. Risiko ini semakin meningkat jika dikombinasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman asam lainnya. Disarankan juga untuk menghindari minum kopi dalam keadaan terlalu panas, karena suhu yang tinggi dapat mengiritasi jaringan di dalam mulut.

Cara Mencegah Dampak Negatif

Bukan berarti seseorang harus berhenti minum kopi untuk menjaga kesehatan gigi. Berbagai risiko yang telah disebutkan dapat dihindari dengan menerapkan beberapa kebiasaan sederhana, seperti membatasi penggunaan tambahan gula dan sirup, tidak terlalu lama menyeruput kopi sepanjang hari, minum air putih setelah mengonsumsi kopi, tetap menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Kesimpulannya, tidak perlu menghentikan kebiasaan minum kopi untuk menjaga kesehatan gigi. Yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensi konsumsi, tambahan gula, cara menikmati kopi, serta menjaga kebersihan gigi. Jika gigi mulai menunjukkan perubahan warna, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk memastikan apakah noda tersebut merupakan stain permukaan atau disebabkan oleh masalah pada struktur gigi.

Artikel Terkait