🔴 Breaking
Kesehatan

Dampak Serius Kebakaran TPA Jatiwaringin Terhadap Kesehatan Masyarakat

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, mengakibatkan peningkatan polusi udara yang berbahaya, terutama bagi anak-anak. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingny...

Arjuna Mahendra

Penulis

09 July 2026
39 kali dibaca
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

Jakarta - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak. Dr. Cynthia Centauri, seorang spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menekankan bahwa tingginya paparan polutan akibat kebakaran ini dapat membahayakan kesehatan.

Dia mengimbau agar warga yang tinggal di sekitar area kebakaran segera melakukan evakuasi jika kualitas udara sudah berada pada tingkat yang membahayakan. Evakuasi harus menjadi langkah prioritas ketika kadar polutan di udara mencapai tingkat yang sangat tinggi dan mengancam keselamatan. Menurutnya, semakin jauh seseorang dari lokasi kebakaran, maka semakin rendah pula risiko paparan polutan yang diterima.

Pentingnya Evakuasi dan Perlindungan Diri

"Kalau memang kadar polutannya sedemikian tinggi dan padat, tidak memungkinkan untuk bernapas dan mengancam nyawa, harus dievakuasi tentunya orang-orang atau warga di sekitar tempat tersebut," ungkap dr. Cynthia dalam sebuah konferensi pers. Namun, jika evakuasi tidak memungkinkan, dia menyarankan agar warga tetap berada di dalam rumah dengan menutup ventilasi untuk mencegah masuknya polusi dari luar. Penggunaan alat pembersih udara juga dianjurkan jika tersedia.

Dia juga menambahkan, "Kalau memang harus keluar rumah, mungkin kita gunakan alat pelindung diri (APD). Kita cek terus bagaimana kadar polusi di luar rumah. Kita bisa pakai aplikasi."

Untuk mengurangi risiko paparan polusi, dr. Cynthia merekomendasikan agar anak-anak yang berusia di atas 3 tahun menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, karena mereka umumnya sudah mampu menggunakannya dengan benar.

Bahaya Asap Pembakaran Plastik

Di sisi lain, dr. Cynthia menjelaskan bahwa kebakaran di tempat pembuangan sampah memiliki risiko yang lebih besar karena berbagai jenis material yang terbakar, termasuk plastik. Pembakaran plastik dapat menghasilkan zat berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. "Kalau yang terbakar itu sampahnya bermacam-macam, apalagi ada sampah plastik, memang sangat berbahaya. Salah satunya menghasilkan dioksin atau furan yang risikonya sangat tinggi," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa paparan zat-zat berbahaya tersebut tidak hanya dapat mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga berisiko memicu gangguan saraf dan meningkatkan kemungkinan terkena kanker di masa depan. Dampak dari polusi udara dapat dirasakan dengan segera setelah terhirup, terutama pada anak-anak yang memiliki asma atau penyakit saluran pernapasan lainnya. "Begitu polusi udara terhirup, efeknya bisa langsung dirasakan. Terutama pada pasien yang punya asma, bisa langsung memicu serangan," tutupnya.

Artikel Terkait