Perusahaan penyimpanan berbasis cloud, Dropbox, berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 200 karyawan, yang merupakan 9 persen dari total lebih dari 2.100 karyawan yang ada. PHK ini akan berdampak pada beberapa divisi, termasuk Engineering, Product, Design, dan tim General Affairs (GA), meskipun tidak diungkapkan berapa banyak karyawan yang terkena dampak di masing-masing divisi.
Dalam sebuah memo yang dikirimkan melalui email kepada karyawan, Co-CEO Dropbox, Ashraf Alkarmi, menjelaskan bahwa keputusan PHK ini diambil untuk memfokuskan investasi pada produk dan prioritas pertumbuhan bisnis. "Bisnis kami sebenarnya terus mencatatkan pertumbuhan, dan strategi kami dua tahun ke depan cukup jelas, yaitu membantu lebih banyak pelanggan untuk menyelesaikan berbagai masalahnya," ungkap Ashraf.
Alasan di Balik PHK
Dia juga menambahkan bahwa untuk mencapai strategi tersebut, diperlukan konsentrasi dan sumber daya yang lebih baik, sehingga perusahaan harus mengurangi jumlah tenaga kerja. Dropbox memperkirakan bahwa langkah restrukturisasi ini akan menimbulkan biaya antara 27 juta hingga 33 juta dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 490 miliar hingga Rp 600 miliar. Biaya ini terutama akan digunakan untuk membayar pesangon dan pengeluaran terkait PHK.
Perusahaan memperkirakan bahwa sebagian besar biaya restrukturisasi ini akan dicatat pada kuartal IV-2026, sementara sisanya akan dibukukan pada tahun 2027. Ini bukan kali pertama Dropbox melakukan PHK; pada tahun 2024, perusahaan ini juga harus mem-PHK 528 karyawan akibat penurunan bisnis. Kemudian, pada tahun 2023, Dropbox kembali melakukan PHK dengan jumlah yang hampir sama, yaitu sekitar 500 pegawai atau 16 persen dari total karyawan.
Perubahan Kepemimpinan di Dropbox
Selain pengurangan jumlah karyawan, Dropbox juga mengumumkan bahwa Chief Technology Officer (CTO) Ali Dasdan akan mengundurkan diri dari jabatannya yang efektif mulai 18 November 2026. Pergantian ini mengikuti mundurnya salah satu pendiri sekaligus CEO Dropbox, Andrew Houston, pada Mei 2026. Posisi CEO kemudian diisi oleh Ashraf Alkarmi, yang saat ini menjabat sebagai Co-CEO.
Dropbox tidak hanya mengumumkan langkah efisiensi ini, tetapi juga memperkirakan bahwa kinerja kuartal III-2026 akan sesuai atau bahkan melampaui proyeksi sebelumnya terkait pendapatan dan margin operasional yang disesuaikan.