🔴 Breaking
Teknologi

Apple Ubah Pandangan Tentang Layar Sentuh, Mac Kini Dilengkapi Fitur Tersebut

Apple akhirnya mengubah salah satu prinsip lama terkait komputer Mac dengan menghadirkan layar sentuh, yang sebelumnya dianggap tidak diperlukan. Perubahan ini terjadi di bawah kepemimpinan CEO John T...

Arjuna Mahendra

Penulis

29 October 2026
4 kali dibaca
CEO Apple, John Ternus dan MacBook Pro layar sentuh.(Wired.)
CEO Apple, John Ternus dan MacBook Pro layar sentuh.(Wired.)

Apple telah membuat langkah signifikan dengan mendobrak prinsip lama yang menyatakan bahwa layar sentuh tidak diperlukan pada komputer Mac. Pandangan ini sebelumnya diungkapkan oleh pendiri Apple, Steve Jobs, yang dalam acara “Back to the Mac” pada 20 Oktober 2010, menegaskan bahwa interaksi sentuh tidak cocok untuk layar komputer yang berdiri vertikal. Jobs berpendapat bahwa penggunaan layar sentuh dalam posisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan pada lengan dan menyebut pendekatan itu “buruk secara ergonomis”. Sebagai alternatif, Apple memilih untuk mengintegrasikan gestur multitouch melalui trackpad.

Perubahan di Bawah Kepemimpinan Ternus

Lebih dari 16 tahun setelah pernyataan Jobs, sikap Apple berubah di bawah kepemimpinan CEO John Ternus. Apple kini resmi menghadirkan layar sentuh pada Mac melalui MacBook Pro 14 inci dan 16 inci yang dilengkapi dengan PROLED XDR Display. Dalam wawancara dengan WIRED, Ternus mengakui bahwa Apple telah mengubah pandangannya mengenai layar sentuh di Mac. Ketika ditanya tentang pelanggaran terhadap "tabu" lama ini, Ternus hanya menjawab dengan senyuman, “Who knew?” alias "Siapa yang tahu?"

MacBook Pro dengan PROLED XDR Display diperkenalkan pada acara bertajuk Pro and Tell pada Rabu (28/10/2026) waktu AS. Ternus menjelaskan bahwa meskipun keyboard dan trackpad tetap menjadi metode utama pengoperasian Mac, ada situasi tertentu di mana interaksi langsung dengan layar terasa lebih praktis. “Kadang ada saat ketika menggunakan sentuhan terasa nyaman dan berguna,” ungkap Ternus.

Teknologi dan Kebiasaan Pengguna yang Berubah

Apple tidak hanya menambahkan layar sentuh pada MacBook Pro, tetapi juga memastikan bahwa fitur ini tidak mengurangi pengalaman pengguna. Ternus menekankan bahwa mereka harus mencapai titik di mana penambahan sentuhan tidak membuat produk menjadi lebih buruk dalam aspek apa pun. “Kami tidak ingin layar sentuh membuat MacBook Pro menjadi lebih berat atau lebih tebal,” ujarnya. Menurutnya, kemajuan teknologi layar OLED memungkinkan Apple memenuhi standar tersebut tanpa mengorbankan kualitas.

Chief Hardware Officer Apple, Johny Srouji, menyatakan bahwa perubahan sikap Apple juga didorong oleh kemajuan teknologi selama satu dekade terakhir. Desain MacBook Pro PROLED XDR Display lebih tipis dan ringan dibandingkan model sebelumnya. Srouji menjelaskan bahwa banyak teknologi baru yang memungkinkan Apple menciptakan MacBook dengan layar sentuh tanpa kompromi besar, termasuk chip buatan Apple dan sistem pendingin yang efisien.

Selain kemajuan teknologi, perubahan kebiasaan pengguna juga menjadi faktor penting. Chief Marketing Officer Apple, Greg “Joz” Joswiak, menyebutkan bahwa banyak pengguna profesional Mac juga memiliki iPad dan iPhone, sehingga mereka sudah terbiasa berinteraksi langsung dengan layar. “Sebagian besar profesional memiliki iPad, dan hampir semua profesional memiliki iPhone. Jadi, ini adalah sesuatu yang alami bagi mereka,” kata Joswiak.

Kehadiran layar sentuh memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan konten, seperti menggulir halaman, memperbesar foto, menggambar, serta melakukan drag-and-drop. Meskipun layar sentuh kini ada, Apple tetap mempertahankan trackpad dan keyboard sebagai metode utama interaksi. Ternus menegaskan bahwa layar sentuh adalah tambahan yang praktis, dan macOS telah disesuaikan untuk mendukung interaksi ini dengan sejumlah gestur baru.

Dengan langkah ini, Apple berusaha mempertahankan karakter Mac sebagai komputer yang mengandalkan keyboard dan trackpad, sambil memberikan pilihan baru bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan layar sentuh. Ini merupakan perubahan signifikan setelah lebih dari satu dekade sejak Steve Jobs menyatakan bahwa layar sentuh vertikal tidak ideal secara ergonomis.

Artikel Terkait