🔴 Breaking
Proyeksi IHSG Hari Ini Setelah Investor Asing Melakukan Pembelian Besar, Simak 5 Saham Terpopuler Kenaikan Harga Pangan: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Melonjak 21 Persen Bulog Ambil Tindakan Tegas Terhadap Penyaluran Beras SPHP Aksi Mahasiswa UI ke Bundaran HI: Angkot T19 Jadi Sorotan Surat Edaran Mendagri Diterbitkan untuk Memperkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Viralnya Acara Tahlilan dengan Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen Berkomentar Lucu Apple Ubah Pandangan Tentang Layar Sentuh, Mac Kini Dilengkapi Fitur Tersebut Pentingnya Memahami Kecemburuan dalam Hubungan Asmara Penurunan Harga Perak Antam pada 29 Oktober 2026 BPJS Kesehatan Menyatakan Kesediaan untuk Bekerja Sama dengan Klinik Koperasi Merah Putih Proyeksi IHSG Hari Ini Setelah Investor Asing Melakukan Pembelian Besar, Simak 5 Saham Terpopuler Kenaikan Harga Pangan: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Melonjak 21 Persen Bulog Ambil Tindakan Tegas Terhadap Penyaluran Beras SPHP Aksi Mahasiswa UI ke Bundaran HI: Angkot T19 Jadi Sorotan Surat Edaran Mendagri Diterbitkan untuk Memperkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Viralnya Acara Tahlilan dengan Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen Berkomentar Lucu Apple Ubah Pandangan Tentang Layar Sentuh, Mac Kini Dilengkapi Fitur Tersebut Pentingnya Memahami Kecemburuan dalam Hubungan Asmara Penurunan Harga Perak Antam pada 29 Oktober 2026 BPJS Kesehatan Menyatakan Kesediaan untuk Bekerja Sama dengan Klinik Koperasi Merah Putih
Kesehatan

Pentingnya Memahami Kecemburuan dalam Hubungan Asmara

Kasus pembunuhan di Madiun yang melibatkan Dwi Bagus Martono menunjukkan dampak buruk dari kecemburuan berlebihan dalam hubungan. Psikolog menekankan perlunya edukasi tentang batasan kecemburuan agar...

Maya Soraya Larasati

Penulis

29 October 2026
4 kali dibaca
Dwi Bagus Martono berbaju oranye di kepolisian (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Dwi Bagus Martono berbaju oranye di kepolisian (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)

Jakarta - Kasus tragis yang melibatkan Dwi Bagus Martono (40), seorang pria dari Madiun, yang membunuh istri sirinya, DH (30), dan anak tirinya, AGF (4), diduga dipicu oleh rasa cemburu. Tindakan kejam ini menunjukkan bagaimana kecemburuan dapat berujung pada konsekuensi fatal.

Kecemburuan sering kali dianggap sebagai bagian normal dalam hubungan romantis. Namun, ketika perasaan tersebut berkembang menjadi perilaku yang mengontrol, mengancam, atau bahkan melakukan kekerasan, hal ini harus menjadi perhatian serius. Psikolog forensik, Kasandra Putranto, menjelaskan bahwa kecemburuan dalam hubungan seharusnya memiliki batasan yang jelas untuk membedakan antara yang wajar dan yang berlebihan.

Batasan Kecemburuan dalam Hubungan

“Memang ada kecemburuan yang normal. Kadang kan kita juga pengin kan dicemburuin sama pasangan, kalau dicuekin kan kayak kurang merasa romantisme. Tetapi tentu ada batasnya,” ungkap Kasandra dalam acara detikPagi.

Dia menambahkan, “Melewati batas tersebut, ketika sudah ada pengendalian, pengekangan, membuat seseorang merasa tidak nyaman, apalagi ketika ada ancaman dan kekerasan, tentu itu akan menjadi prediksi bahwa perilaku tersebut akan bertambah dan bisa jadi fatal di suatu hari.”

Pentingnya Edukasi tentang Kecemburuan

Kasandra juga menekankan pentingnya edukasi mengenai kecemburuan dalam konteks hubungan percintaan. “Mencari cinta boleh, mencari romantisme boleh. Tapi kalau sudah ada pada titik yang sudah membahayakan, tentu harus sudah bisa menyelamatkan diri. Jangan sampai terjerat dalam sebuah hubungan yang mengandung kekerasan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam hubungan yang terlihat baik dan romantis, sering kali terdapat elemen kekerasan yang sulit dikenali oleh orang lain. “Padahal ada kekerasan tersebut. Itu juga salah satu tugas psikolog forensik untuk menggali apakah ada riwayat kekerasan sebelumnya. Karena umumnya memang ada kekerasan terhadap pasangan, orang, teman, keluarga,” tuturnya.

Artikel Terkait