🔴 Breaking
Prabowo Mendorong Percepatan Riset Vaksin Malaria di BRIN Rupiah Mencapai Rp 18.184 per Dolar AS, Masyarakat Berbondong-bondong Menukarkan Valas Bill Gates Prediksi AI dan Robot Akan Menggantikan Pekerjaan Manusia Krisis Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, Kasus Melampaui 10 Ribu dan Hampir 5 Ribu Korban Jiwa --- Kehidupan Pedagang di Tengah Aksi Demonstrasi di Monas --- Mengenal Heatstroke: Bahaya yang Mengintai Pelari di Cuaca Panas Rektor UIN Saizu Lantik Lima Pejabat Baru, Soroti Pentingnya Kolaborasi dan Penguatan Usulan Koperasi Desa untuk Penyaluran Gaji Pensiunan ASN, Taspen Menyatakan Sikap Dua Studio Game Besar Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026 Peringatan Direktur Utama BPJS Kesehatan Terkait Penipuan di Rumah Sakit, Fokus pada Kasus Diare di Gresik Prabowo Mendorong Percepatan Riset Vaksin Malaria di BRIN Rupiah Mencapai Rp 18.184 per Dolar AS, Masyarakat Berbondong-bondong Menukarkan Valas Bill Gates Prediksi AI dan Robot Akan Menggantikan Pekerjaan Manusia Krisis Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, Kasus Melampaui 10 Ribu dan Hampir 5 Ribu Korban Jiwa --- Kehidupan Pedagang di Tengah Aksi Demonstrasi di Monas --- Mengenal Heatstroke: Bahaya yang Mengintai Pelari di Cuaca Panas Rektor UIN Saizu Lantik Lima Pejabat Baru, Soroti Pentingnya Kolaborasi dan Penguatan Usulan Koperasi Desa untuk Penyaluran Gaji Pensiunan ASN, Taspen Menyatakan Sikap Dua Studio Game Besar Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026 Peringatan Direktur Utama BPJS Kesehatan Terkait Penipuan di Rumah Sakit, Fokus pada Kasus Diare di Gresik
Kesehatan

Prabowo Mendorong Percepatan Riset Vaksin Malaria di BRIN

Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan arahan dari Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan vaksin malaria, yang diharapkan dapat selesai tiga tahun lebih awal.

Sabina Almira

Penulis

28 October 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi vaksin malaria (Foto: Getty Images/iStockphoto/Hailshadow)
Ilustrasi vaksin malaria (Foto: Getty Images/iStockphoto/Hailshadow)

Jakarta - Arif Satria, yang menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi untuk mempercepat proses riset vaksin malaria. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara Arif dan Prabowo di Istana, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Riset ini sedang berlangsung dan diharapkan dapat diselesaikan tiga tahun lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

"Tadi kami juga karena Bapak Presiden beberapa kali telepon saya menanyakan soal vaksin. Bagaimana kemandirian vaksin? Jadi vaksin ini, khususnya malaria, ini saat ini riset di BRIN sedang kita lakukan, dan BRIN memiliki empat kandidat vaksin," ungkap Arif.

Kolaborasi dalam Pengembangan Vaksin

Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima hingga enam kandidat vaksin malaria yang tengah dikembangkan di Indonesia melalui kerjasama berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Arif menambahkan, "Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden tentang terkait dengan vaksin ini. Ini bisa kita percepat 3 tahun lebih cepat dari seharusnya, karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria."

Manfaat bagi Masyarakat Global

Pengembangan vaksin malaria di dalam negeri diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas. Arif menjelaskan bahwa manfaat ini tidak hanya akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh negara-negara lain yang masih menghadapi masalah malaria. "Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia, ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia. Jadi Bapak Presiden tadi menekankan apa sumbangan kita untuk dunia juga, karena malaria tidak hanya di Indonesia, tapi vaksinnya di dunia tidak ada. Nah, oleh karena itu kita bisa memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat di dunia," tuturnya.

Artikel Terkait