Pada tanggal 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia dan berbagai elemen masyarakat bergerak dari Lapangan FISIP UI di Depok menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat. Mereka memanfaatkan puluhan angkutan kota (angkot) dan minibus sebagai moda transportasi utama untuk aksi tersebut.
Di antara armada yang digunakan, angkot T19 menjadi sorotan utama karena berhasil membawa penumpangnya hingga ke Bundaran HI. Meskipun secara resmi angkot T19 melayani rute dari Terminal Kampung Rambutan ke Terminal Depok, pada hari itu, angkot-angkot ini disewa khusus untuk mengangkut peserta demonstrasi. Keberangkatan dimulai sekitar pukul 13.15 WIB setelah peserta diatur untuk masuk ke dalam kendaraan dengan tertib. Perjalanan yang biasanya rutin ini menjadi momen bersejarah karena mampu melewati berbagai titik pengawasan yang ketat.
Keberhasilan angkot T19 dalam menembus kawasan pusat kota menarik perhatian di media sosial. Banyak pengguna internet mengapresiasi keterampilan sopir yang mampu menemukan jalur alternatif untuk membawa mahasiswa hingga dekat Bundaran HI. Beberapa warganet bahkan menyebut strategi ini sebagai "kuda Troya," mengingat kendaraan umum yang biasa terlihat di jalan tidak mencurigakan.
Rute Angkot T19 yang Dimodifikasi
Rute normal angkot T19 membentang dari Terminal Depok menuju Kampung Rambutan, melewati Margonda, area sekitar UI, Lenteng Agung, Pasar Minggu, hingga kawasan Jakarta Timur. Durasi perjalanan reguler biasanya berkisar antara 90 hingga 100 menit, tergantung pada kondisi lalu lintas. Namun, pada 28 Oktober 2026, rute yang diambil mengalami modifikasi. Setelah meninggalkan FISIP UI, rombongan angkot melewati wilayah Jakarta Selatan.
Ketika mendekati Mampang Prapatan sekitar pukul 14.00 WIB, muncul informasi bahwa kendaraan yang mengangkut mahasiswa tidak diperbolehkan melintas di Pancoran. Para sopir kemudian mencari jalur alternatif melalui Kuningan, Menteng, dan area sekitar Gedung KPU. Namun, perjalanan terhenti di Jalan Pamekasan dekat Menara blu pada pukul 14.15 WIB karena ada barikade polisi di Jalan Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI. Beberapa mahasiswa kemudian turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, sementara sejumlah angkot T19 dan armada lainnya berhasil menurunkan penumpang lebih dekat ke Bundaran HI, termasuk dari arah Imam Bonjol dan halte Tosari.
Tarif Angkot T19 pada Hari Aksi
Mengenai tarif, untuk perjalanan reguler angkot T19 terbilang terjangkau sesuai dengan ketentuan trayek angkutan kota di wilayah Depok-Jakarta, biasanya berkisar beberapa ribu rupiah tergantung jarak. Namun, pada hari aksi tersebut, angkot-angkot termasuk T19 disewa secara khusus. Salah satu sopir angkot trayek lain yang terlibat menyebutkan bahwa biaya sewa mencapai sekitar Rp400.000 per unit untuk perjalanan dari pagi hingga selesai mengantar ke Bundaran HI. Pembayaran umumnya dilakukan melalui perantara atau pengurus sopir. Angka ini dianggap wajar mengingat durasi sewa yang panjang, risiko perjalanan, serta kondisi lalu lintas yang padat pada hari aksi.