Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) adalah langkah yang tepat dan bukan merupakan kesalahan dalam kebijakan moneter. Pernyataan ini disampaikan Bessent saat menjawab pertanyaan dari jurnalis CNBC, Brian Sullivan, mengenai potensi dampak negatif dari kenaikan suku bunga di masa mendatang.
Bessent menjawab singkat, "Tidak demikian," ketika ditanya apakah langkah tersebut akan berujung pada kesalahan fatal dalam kebijakan ekonomi. Komentar Bessent muncul hanya beberapa jam setelah The Fed mengumumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan Oktober 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kepercayaan pada Kebijakan The Fed
Bessent, yang merupakan salah satu tokoh kepercayaan Presiden Donald Trump, sebelumnya telah mendorong pemangkasan suku bunga. Trump pernah menekan Jerome Powell, pendahulu Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, terkait kebijakan moneter menjelang akhir masa jabatannya. Meskipun demikian, Bessent menegaskan bahwa dirinya dan Trump memiliki keyakinan bahwa Kevin Warsh telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan lapangan kerja dan stabilitas harga. "Saya rasa Ketua Warsh bekerja dengan sangat baik. Seperti yang sering saya katakan, saya menaruh kepercayaan besar kepadanya," ungkap Bessent.
Dampak Geopolitik dan Inflasi
Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga ini diambil sebulan setelah mereka menaikkan biaya pinjaman untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Para pelaku pasar memprediksi bahwa The Fed berpotensi kembali meningkatkan suku bunga pada pertemuan mendatang di bulan Desember. Bessent berharap agar The Fed tetap responsif terhadap kejutan pasokan bahan bakar di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Konflik yang meningkat antara AS dan Iran telah menyebabkan penurunan produksi minyak mentah global, yang berimplikasi pada inflasi tahunan yang menjauh dari target 2% yang ditetapkan oleh The Fed.
Selain itu, Bessent menyatakan bahwa strategi AS dalam mengisolasi ekonomi Iran melalui Operation Economic Outcast telah berjalan dengan baik, dengan estimasi bahwa ekonomi Iran dapat mengalami kontraksi hingga 25% dalam setahun. Ketika ditanya tentang tingginya imbal hasil obligasi dari utang perusahaan di sektor kecerdasan buatan, Bessent mengaku terus memantau situasi tersebut, tetapi menegaskan bahwa pasar keuangan saat ini masih terkendali.
Bessent juga menyoroti keberadaan neocloud, penyedia infrastruktur cloud khusus untuk AI, yang belakangan ini menghadapi tekanan pasar. Sebelumnya, CEO Tesla, Elon Musk, memperingatkan bahwa lebih dari 200 perusahaan neocloud berisiko mengalami "kematian massal dan konsolidasi." "Saya rasa ini tidak problematic. Neocloud hanya mencakup komponen kecil dari keseluruhan ekosistem. Kami melihat aliran keuangannya masih berjalan dan kesepakatan bisnis masih terus disetujui," jelas Bessent.
Di akhir keterangannya, Bessent memprediksi bahwa data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal III-2026 yang akan dirilis pada hari Kamis ini akan menunjukkan pertumbuhan yang kuat.