Perusahaan media dan hiburan yang berbasis di Amerika Serikat, Fox Corporation, telah mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi Roku, sebuah perusahaan yang dikenal sebagai pembuat perangkat streaming. Nilai dari transaksi ini diperkirakan mencapai sekitar 22 miliar dollar AS, yang setara dengan Rp 390 triliun. Roku terkenal dengan produk-produk seperti Roku TV dan Roku Streaming Stick, serta layanan streaming gratis berbasis iklan yang disebut The Roku Channel.
Fox memiliki beragam aset media, termasuk Fox News, Fox Sports, dan jaringan televisi Fox, serta layanan streaming gratis bernama Tubi. Kesepakatan akuisisi ini diumumkan pada hari Senin, 15 Juni 2026, waktu setempat, di mana Fox akan membeli saham Roku dengan harga 160 dollar AS per lembar melalui kombinasi pembayaran tunai dan saham.
Transaksi Besar di Industri Media
Akuisisi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di sektor media, sekaligus menandai usaha Fox untuk memperkuat posisinya dalam bisnis streaming dan iklan digital. CEO Fox, Lachlan Murdoch, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan yang telah berfokus pada konten berita dan olahraga langsung serta ekspansi dalam bisnis streaming. Penggabungan kedua perusahaan ini diharapkan dapat menciptakan platform media dan teknologi yang lebih besar, mengintegrasikan konten siaran langsung dengan distribusi streaming.
"Akuisisi ini akan memperkuat ekspansi Fox ke sektor yang tumbuh pesat dan mendorong pertumbuhan perusahaan ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya," ungkap Murdoch dalam pernyataannya. "Bergabung dengan Fox menjadi peluang besar bagi kami untuk mewujudkan visi perusahaan lebih cepat, memperluas skala bisnis, dan menghadirkan lebih banyak inovasi bagi penonton, mitra, dan pengiklan," tambah Anthony Wood, Chairman & CEO Roku.
Akses yang Diperoleh Fox
Dengan akuisisi ini, Fox akan mendapatkan akses yang lebih luas ke bisnis connected TV (CTV), teknologi yang dimiliki Roku, serta data pengguna yang dapat memperkuat usaha iklan dan layanan streaming mereka. Fox dan Roku memperkirakan bahwa perusahaan gabungan hasil akuisisi ini akan menjadi salah satu pemain televisi terbesar ketiga di Amerika Serikat berdasarkan pangsa waktu menonton, meskipun saat ini belum ada informasi mengenai siapa yang memimpin dalam hal tersebut.
Meskipun akan berada di bawah naungan Fox, Roku akan tetap beroperasi sebagai platform terbuka yang mendukung berbagai layanan streaming. Layanan Tubi dan The Roku Channel juga akan tetap beroperasi sebagai entitas terpisah. Dari segi bisnis, Fox memperkirakan bahwa akuisisi ini dapat menciptakan efisiensi biaya sekitar 400 juta dollar AS per tahun, yang setara dengan Rp 7,1 triliun.
Menurut informasi yang dirangkum dari Roku.com, akuisisi ini telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi Fox dan Roku, dengan target penyelesaian pada paruh pertama tahun 2027. Namun, proses finalisasi transaksi ini masih memerlukan persetujuan dari para pemegang saham kedua perusahaan serta regulator yang berwenang.