🔴 Breaking
Teknologi

Google Mengembangkan 32 Juta Nyamuk untuk Atasi Virus Penyakit

Google diketahui sedang melaksanakan proyek untuk mengatasi penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dengan membiakkan 32 juta ekor nyamuk. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit...

Fayra Nugroho

Penulis

16 June 2026
9 kali dibaca
Google Mengembangkan 32 Juta Nyamuk untuk Atasi Virus Penyakit
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Google baru-baru ini mengumumkan proyek inovatif yang bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus. Menariknya, proyek ini tidak berhubungan dengan perangkat lunak, melainkan berfokus pada pengembangan nyamuk untuk mengurangi penyebaran penyakit berbahaya. Penyakit-penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), Zika, chikungunya, demam kuning, dan malaria menjadi target utama dari inisiatif ini.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Google berencana untuk membiakkan hingga 32 juta nyamuk di lingkungan yang terkontrol sebelum akhirnya dilepaskan ke alam liar di Amerika Serikat. Proyek ini melibatkan tim ilmuwan dan insinyur yang bekerja untuk menciptakan "nyamuk baik" yang dapat membantu mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit.

Membiakkan Nyamuk Jantan yang Tidak Menggigit

Dalam upaya menekan jumlah nyamuk berbahaya, Google membiakkan nyamuk jantan spesies Aedes aegypti yang mengandung bakteri alami bernama Wolbachia. Bakteri ini berfungsi untuk mencegah nyamuk jantan tersebut menghasilkan keturunan ketika kawin dengan nyamuk betina liar. Akibatnya, telur yang dihasilkan dari perkawinan tersebut tidak akan menetas, yang pada akhirnya akan mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit secara bertahap.

Memanfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan

Google juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengelola proses pembiakan nyamuk. AI digunakan untuk analisis data, sensor, dan sistem pembiakan otomatis, serta teknologi visi komputer berbasis AI untuk mengelola jutaan nyamuk yang dibudidayakan. Selain itu, AI membantu dalam memisahkan nyamuk jantan dan betina secara akurat, sehingga hanya nyamuk jantan yang dilepaskan ke alam.

Proyek ini direncanakan untuk dilakukan di dua negara bagian di AS, yaitu California dan Florida. Google telah mengajukan izin kepada Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) untuk melepaskan total 32 juta nyamuk dalam dua tahun, dengan rata-rata 16 juta ekor per tahun. Nyamuk yang dilepaskan merupakan spesies yang sama dengan nyamuk penyebar penyakit, tetapi hanya terdiri dari nyamuk jantan yang tidak menggigit manusia dan tidak menularkan penyakit.

Program ini bukanlah hal baru bagi Google, yang telah mengembangkan teknologi ini selama hampir sepuluh tahun, dengan Singapura sebagai lokasi penelitian dan pengembangan internasional pertamanya. Di Singapura, pelepasan jutaan nyamuk jantan yang membawa bakteri Wolbachia terbukti berhasil menekan populasi nyamuk Aedes aegypti hingga 80-90 persen, serta mengurangi kasus dengue lebih dari 70 persen dalam waktu enam hingga dua belas bulan setelah program dimulai.

Keberhasilan di Singapura menjadi dasar bagi Google untuk memperluas program ini ke negara bagian lain, dengan harapan dapat mengurangi ancaman penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan tingkat kasus DBD yang tinggi.

Artikel Terkait