🔴 Breaking
Ekonomi

Harga Pangan Terbaru: Update Tanggal 27 Juni 2026

Harga pangan mengalami fluktuasi pada tanggal 27 Juni 2026, dengan berbagai komoditas mencatatkan harga yang berbeda. Berikut adalah rincian harga pangan terkini.

Fayra Nugroho

Penulis

28 June 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi harga pangan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ilustrasi harga pangan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga pangan menunjukkan variasi pada Sabtu, 27 Juni 2026. Misalnya, harga telur ayam ras tercatat sebesar Rp 29.750 per kilogram, sementara bawang merah dibanderol Rp 50.950 per kilogram pada pagi hari tersebut.

Komoditas lain yang juga mengalami pergerakan harga adalah gula pasir kualitas premium yang dijual seharga Rp 20.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp 19.750 per kilogram. Daging ayam ras segar dipatok pada harga Rp 37.200 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas I dan II masing-masing dihargai Rp 149.200 dan Rp 140.200 per kilogram.

Data Harga dari PIHPS

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga telur ayam ras pada angka yang sama, yaitu Rp 29.750 per kilogram, dan bawang merah di Rp 50.950 per kilogram. Selain itu, harga bawang putih tercatat Rp 43.600 per kilogram.

Untuk beras, harga beras kualitas bawah I dan II masing-masing berada di Rp 14.600 per kilogram. Beras kualitas medium I dijual seharga Rp 16.300 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II dibanderol Rp 16.100 per kilogram.

Kenaikan Harga Emas

Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari yang sama juga mengalami kenaikan setelah beberapa hari stabil. Hari ini, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.660.000 per gram, meningkat Rp 5.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di Rp 2.655.000 per gram.

Harga buyback emas Antam juga mengalami perubahan, dengan nilai yang lebih rendah. Hari ini, harga buyback emas Antam naik menjadi Rp 2.378.000 per gram. Harga buyback adalah nilai yang ditawarkan kepada pemilik emas jika mereka ingin menjual kembali emasnya kepada Antam.

Peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung ditargetkan selesai pada tahun 2027. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keandalan, dan pelayanan kereta rel listrik (KRL) bagi masyarakat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan harapannya agar proyek elektrifikasi jalur tersebut dapat segera selesai pada tahun 2027, mengingat waktu tunggu antar kereta yang masih cukup panjang dan meningkatnya jumlah penumpang dari waktu ke waktu.

Untuk informasi lebih lanjut, pembaca dapat mengakses artikel-artikel terkait lainnya.

Artikel Terkait