Harga perak yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami peningkatan pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, sejalan dengan kenaikan harga perak global. Kenaikan ini membuat harga perak Antam menjadi Rp 47.600 per gram, naik dari harga sebelumnya yang tercatat Rp 47.000.
Menurut informasi dari laman logammulia.com, Antam menyediakan perak dalam bentuk batangan seberat 250 gram dan 500 gram, serta perak butiran dengan tingkat kemurnian 99,955. Untuk perak batangan seberat 250 gram, harga yang ditetapkan mencapai Rp 12.425.000, sedangkan perak batangan seberat 500 gram dibanderol seharga Rp 23.925.000.
Di sisi lain, harga perak di pasar internasional juga mengalami lonjakan sebesar 3,95% dalam satu hari, mencapai USD 75,70 per ounce. Kenaikan harga ini terjadi setelah perak berhasil pulih dari penurunan awal pekan, dipicu oleh tanda-tanda de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpengaruh pada harga minyak dan kekhawatiran inflasi.
Gencatan senjata yang berlangsung hampir sebulan tetap berlaku, dan Menteri Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa operasi ofensif telah berakhir. Selain itu, Presiden AS juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz, memberikan kesempatan untuk menilai kemungkinan kesepakatan dengan Iran.
Harga perak yang meningkat ini juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak yang dapat meredakan kekhawatiran inflasi. Meskipun harga perak dipandang sebagai aset yang aman, daya tariknya dapat berkurang ketika suku bunga tetap tinggi. Namun, kebutuhan untuk melindungi nilai terhadap inflasi dan pembelian oleh bank sentral masih memberikan dukungan bagi harga perak.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini, yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Dengan harga perak yang menguat, perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika pasar global dan kebijakan ekonomi yang diterapkan.