Berlangganan →
Update
Sinergi Lintas Sektor Kunci Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan Ibadah Syukur Memperingati HUT ke-69 Campus Ministry dan Pembukaan Academic Week FT UKSW Tebak Perbedaan: Uji Ketajaman Mata dengan Gambar Menarik --- Kenaikan Harga Avtur Memicu Kemenhub Tinjau Ulang Tarif Tiket Pesawat --- Peserta dari 12 Negara Berpartisipasi dalam Human Origins Heritage yang Diselenggarakan oleh UKSW --- Kronologi Penemuan Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius --- Harga Perak Antam Naik Rp 600 pada 6 Mei 2026 Dugaan Pemerasan di Pemkab Cilacap: ASN Kumpulkan Uang untuk Bupati Tim UIN Saizu Raih Medali Perunggu di Bandung Essay Competition dengan Isu Kesenjangan Akses Beasiswa Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Mulai 1 Juni 2026 Sinergi Lintas Sektor Kunci Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan Ibadah Syukur Memperingati HUT ke-69 Campus Ministry dan Pembukaan Academic Week FT UKSW Tebak Perbedaan: Uji Ketajaman Mata dengan Gambar Menarik --- Kenaikan Harga Avtur Memicu Kemenhub Tinjau Ulang Tarif Tiket Pesawat --- Peserta dari 12 Negara Berpartisipasi dalam Human Origins Heritage yang Diselenggarakan oleh UKSW --- Kronologi Penemuan Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius --- Harga Perak Antam Naik Rp 600 pada 6 Mei 2026 Dugaan Pemerasan di Pemkab Cilacap: ASN Kumpulkan Uang untuk Bupati Tim UIN Saizu Raih Medali Perunggu di Bandung Essay Competition dengan Isu Kesenjangan Akses Beasiswa Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Mulai 1 Juni 2026
Politik

Sinergi Lintas Sektor Kunci Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, terutama menjelang musim...

Arjuna Mahendra 06 May 2026 6 pembaca antaranews.com antaranews.com
Sinergi Lintas Sektor Kunci Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago saat konferensi pers usai Apel Karhutla di Palembang, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri. (Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa sinergi antar sektor sangat penting dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. Hal ini disampaikan saat apel siaga karhutla menghadapi musim kemarau 2026 di Palembang, Rabu.

Menurut Djamari, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara terpisah, tetapi harus melibatkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. "Karhutla adalah bencana yang berulang setiap tahun. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. Sinergi dan koordinasi yang solid menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa langkah pencegahan harus diutamakan dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Mitigasi dianggap lebih efektif dalam mengurangi luas kebakaran serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian.

Pemerintah telah melakukan reaktivasi desk penanggulangan karhutla untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, serta pengendalian dan pemantauan di lapangan. Desk ini diharapkan dapat mengintegrasikan peran kementerian, lembaga, dan unsur terkait dalam upaya mitigasi hingga penegakan hukum.

Penanganan karhutla menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar capaian pengendalian yang telah baik dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Sumatera Selatan merupakan wilayah strategis yang rentan terhadap karhutla, dengan lahan gambut dan mineral kering yang luas serta area perkebunan yang berpotensi memicu kebakaran.

Data menunjukkan bahwa luas karhutla di Indonesia pada 2024 mencapai 376.805 hektare, menurun menjadi 359.619 hektare pada 2025. Sementara itu, di Sumatera Selatan, luas karhutla tercatat 15.422 hektare pada 2024 dan turun menjadi 5.339 hektare pada 2025. Pada periode 1 Januari hingga 30 April 2026, luas karhutla di Sumatera Selatan tercatat 79 hektare.

Djamari menyatakan, "Penurunan ini harus disyukuri, namun tidak boleh membuat kita lengah. Capaian ini harus dijaga dengan kerja keras dan disiplin yang lebih baik."

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait