🔴 Breaking
Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan
Ekonomi

Industri Keramik Indonesia Targetkan Posisi Empat Besar Dunia dengan Peningkatan Kapasitas

Kapasitas produksi keramik Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 672 juta m² menjadi 728 juta m² pada tahun 2029, dengan fokus pada ekspor untuk mendukung pertumbuhan industri.

Fehardian Rahaja

Penulis

07 October 2026
46 kali dibaca
Calon pembeli melihat keramik di Pasar Keramik Sitimang, Pasar Jambi, Jambi, Minggu (21/3/2021). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Calon pembeli melihat keramik di Pasar Keramik Sitimang, Pasar Jambi, Jambi, Minggu (21/3/2021). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Industri keramik di Indonesia terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya seiring dengan adanya peluang pertumbuhan di sektor konstruksi. Diproyeksikan, kapasitas produksi nasional akan mencapai sekitar 672 juta meter persegi (m²) per tahun pada tahun 2026, dan akan meningkat menjadi sekitar 728 juta m² per tahun pada tahun 2029. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan di pasar domestik, terutama dari sektor konstruksi dan properti.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi menyumbang 9,83% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025, menjadikannya salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian. Namun, tingginya permintaan di dalam negeri juga menimbulkan tantangan tersendiri. Saat ini, sekitar 95% dari total produksi keramik nasional masih diserap oleh pasar domestik, sehingga peningkatan kapasitas produksi di masa mendatang perlu diimbangi dengan pengembangan pasar ekspor agar tidak sepenuhnya bergantung pada permintaan lokal.

Peluang Ekspansi di Pasar Global

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) melihat peluang bagi Indonesia untuk masuk dalam jajaran empat besar produsen keramik dunia. Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, menyatakan bahwa industri keramik nasional memiliki fondasi manufaktur yang cukup kuat untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. “Indonesia memiliki fondasi manufaktur yang kuat untuk membawa industri keramik nasional ke level yang lebih tinggi. Dengan ekspansi kapasitas, investasi, dan inovasi yang terus berjalan, kita punya peluang nyata untuk masuk empat besar produsen keramik dunia,” ungkap Edy.

Menurutnya, penguatan industri tidak hanya bergantung pada penambahan kapasitas, tetapi juga pada investasi dalam teknologi dan inovasi produk agar keramik Indonesia dapat bersaing di pasar global.

Pameran KERAMIKA Indonesia 2027

Upaya untuk memperluas pasar juga didorong melalui penyelenggaraan KERAMIKA Indonesia 2027, yang diluncurkan oleh Panorama Media bersama ASAKI pada 6 Oktober 2026. Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 10-13 Juni 2027 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ke-12 dan akan diadakan bersamaan dengan MEGABUILD Indonesia, MegaFurniture, serta MegaProperty.

Dengan tema "From Indonesia to the World, Shaping the Future of Ceramics", acara ini ditargetkan menjadi platform bagi produsen keramik nasional untuk bertemu dengan pembeli, importir, distributor, pengembang, kontraktor, arsitek, desainer, serta penyedia teknologi dari berbagai negara. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah International Buyer Program & Business Matching, yang bertujuan untuk mempertemukan produsen keramik Indonesia dengan calon pembeli dan mitra distribusi dari luar negeri guna membuka peluang ekspor dan pengadaan proyek.

Ketua Panitia KERAMIKA Indonesia, Desi Natalia, menekankan pentingnya akses langsung kepada pembeli internasional sebagai salah satu kebutuhan industri untuk memperluas pasar. “Banyak produsen kita sudah siap dari sisi kualitas dan kapasitas, yang dibutuhkan adalah akses yang lebih langsung ke pembeli dan mitra di luar negeri,” jelas Desi. Penyelenggara menargetkan kehadiran buyer dari berbagai negara, termasuk Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Bangladesh, Thailand, Australia, serta negara-negara di Eropa dan Amerika.

Selain mengejar pasar ekspor, KERAMIKA 2027 juga akan mempertemukan pelaku industri dari hulu hingga hilir. Produk yang akan ditampilkan mencakup ubin keramik dan porselen, bahan baku, glaze, teknologi digital printing, kiln, mesin produksi, hingga teknologi otomasi.

Dari aspek desain, pameran ini juga akan menampilkan inovasi material, finishing, tekstur, dan teknologi permukaan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan proyek hunian, komersial, hingga perhotelan. Sekretaris Jenderal Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat, Rica Jumaria Ishak, menilai bahwa perkembangan industri keramik kini semakin terkait dengan kebutuhan desain bangunan. “Keramik hari ini bukan lagi sekadar penutup lantai dan dinding, tetapi elemen yang menentukan karakter sebuah ruang,” pungkas Rica.

Artikel Terkait