🔴 Breaking
Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari
Teknologi

Instagram Hentikan Dukungan Enkripsi End-to-End pada Layanan Pesan

Instagram mengumumkan penghentian dukungan enkripsi ujung ke ujung (E2EE) untuk pesan mulai 8 Mei. Keputusan ini menimbulkan berbagai tanggapan dari pengguna di seluruh dunia.

Chandra Kirana

Penulis

25 March 2026
47 kali dibaca
Instagram Hentikan Dukungan Enkripsi End-to-End pada Layanan Pesan
Sumber gambar: jpnn.com

Instagram, platform media sosial yang dimiliki oleh Meta, secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan dukungan untuk enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption, E2EE) pada layanan pesan mereka. Keputusan ini dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 8 Mei, yang tentunya menimbulkan perhatian dan kekhawatiran di kalangan pengguna yang mengutamakan privasi dalam berkomunikasi.

Penghentian dukungan E2EE ini berakibat pada perlindungan data dan keamanan pesan yang dikirimkan melalui aplikasi tersebut. Enkripsi ujung ke ujung sendiri merupakan teknologi yang menjamin bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi komunikasi, tanpa adanya kemungkinan akses oleh pihak ketiga termasuk penyedia layanan. Hal ini membuat kebijakan baru dari Instagram menjadi sorotan, terutama mengingat meningkatnya perhatian terhadap isu privasi data di dunia digital saat ini.

Menurut pernyataan resmi dari Instagram, keputusan ini diambil dalam upaya untuk meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. “Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang lebih aman bagi pengguna kami, dan langkah ini merupakan bagian dari strategi kami untuk melindungi informasi pribadi,” ungkap perwakilan Instagram. Namun, kalangan pengguna mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai dampak dari keputusan ini terhadap privasi komunikasi yang selama ini mereka nikmati.

Sebagian pengguna menyayangkan langkah ini, mengingat pentingnya enkripsi dalam menjaga kerahasiaan pesan. “Saya merasa lebih aman ketika tahu pesan saya tidak bisa diakses oleh siapapun kecuali saya dan teman saya. Dengan keputusan ini, saya merasa privasi saya terancam,” ujar seorang pengguna setia Instagram yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. Kekhawatiran ini mencuat di tengah maraknya kasus kebocoran data dan pelanggaran privasi yang terjadi di berbagai platform digital.

Berkaitan dengan hal ini, banyak ahli keamanan siber yang berpendapat bahwa keputusan Instagram untuk menghentikan E2EE dapat menjadi langkah mundur dalam hal perlindungan data pengguna. Mereka mengingatkan bahwa kebijakan privasi yang lebih ketat seharusnya menjadi prioritas, terutama di era di mana data pribadi semakin rentan terhadap penyalahgunaan. “Keamanan siber harus tetap menjadi fokus utama bagi platform media sosial. Tanpa proteksi yang memadai, pengguna mungkin akan memilih untuk beralih ke aplikasi lain yang menjamin privasi lebih baik,” ujar seorang pakar keamanan siber.

Menanggapi reaksi yang berkembang, Instagram berjanji akan terus berusaha untuk meningkatkan fitur-fitur keamanan lain dalam aplikasinya, meskipun belum menjelaskan secara rinci bagaimana langkah tersebut akan diterapkan. Saat ini, pengguna diharapkan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan aspek privasi dalam penggunaan aplikasi pesan tersebut.

Dengan keputusan ini, perjalanan Instagram dalam meningkatkan dan menjaga keamanan platformnya memasuki babak baru. Perkembangan mengenai upaya mereka untuk mengkompensasi penghentian E2EE dan tanggapan pengguna selanjutnya akan terus dipantau oleh publik dan pengamat industri.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait