Jakarta - Nyeri pada dada yang terasa seperti tertekan di tengah malam sering kali dianggap sebagai gejala masuk angin, kelelahan, atau masalah asam lambung. Namun, nyeri dada sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan lambung, otot atau tulang dada, paru-paru, hingga masalah jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. M. Yusuf Fathoni, Sp.JP, menekankan bahwa nyeri dada tidak boleh diabaikan dan perlu segera diperiksa untuk memastikan penyebabnya, terutama jika terjadi saat beristirahat atau tidur. Ia menjelaskan bahwa tidak semua nyeri dada berkaitan dengan gangguan jantung. "Pada penderita GERD, nyeri dada sering muncul saat berbaring karena asam lambung naik ke kerongkongan dan biasanya disertai sensasi terbakar di dada atau tenggorokan serta rasa asam di mulut. Namun, beberapa kondisi non-jantung dapat menimbulkan gejala yang menyerupai penyakit jantung sehingga diperlukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya," ungkap dr. M. Yusuf Fathoni dalam keterangan tertulis.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Walaupun demikian, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan karena dapat mengindikasikan adanya gangguan jantung. Jika gejala yang dialami terasa parah, disarankan untuk segera mencari bantuan medis. "Nyeri dada yang berkaitan dengan gangguan jantung umumnya terasa seperti dada ditekan atau tertindih benda berat. Keluhan ini dapat muncul secara tiba-tiba, menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung, serta disertai sesak napas, keringat dingin, mual, maupun pusing. Jika gejala tersebut muncul, terutama saat sedang beristirahat atau tidur, sebaiknya segera mencari pertolongan medis," jelas dr. Yusuf.
Risiko Serangan Jantung dan Pentingnya Pemeriksaan
Nyeri dada yang muncul saat beristirahat atau tidur tidak boleh dianggap remeh. Serangan jantung dapat terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang tertidur, akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung. "Risiko ini umumnya lebih tinggi pada individu dengan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda ketika nyeri dada muncul, terutama jika disertai gejala yang mengarah pada gangguan jantung," tuturnya.
Untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan evaluasi lebih awal, Mayapada Hospital Jakarta Timur menyediakan Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal nyeri dada secara GRATIS jika tidak ditemukan serangan jantung. Apabila diperlukan tindakan lebih lanjut, tersedia layanan Cardiac Emergency 24/7 yang siap menangani kasus secara cepat dan terintegrasi. Pasien juga dapat menjalani tindakan Primary PCI (pemasangan stent/ring jantung) sesuai protokol internasional door-to-balloon, didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung.
Penanganan juga didukung oleh Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah atau perawatan intensif lanjutan, serta fasilitas Cath Lab untuk membantu proses diagnosis dan tindakan secara cepat dan akurat. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan Emergency Call 150990 atau melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).