🔴 Breaking
Kesehatan

Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Panas Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman panas berisiko tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat.

Sekar Wangi

Penulis

10 September 2026
11 kali dibaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Jerome Tisne)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Jerome Tisne)

Jakarta - Penelitian terkini menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman dengan suhu sangat panas dapat meningkatkan risiko terkena kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat. Temuan ini menyarankan agar kopi dan teh panas sebaiknya dikonsumsi pada suhu yang lebih nyaman.

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer mengaitkan konsumsi minuman panas dengan risiko squamous cell carcinoma (SCC) pada kerongkongan. Namun, tidak ditemukan peningkatan risiko pada adenocarcinoma (AC), jenis kanker kerongkongan lainnya. "Dibandingkan dengan konsumsi minuman pada suhu 'hangat', konsumsi minuman pada suhu 'sangat panas' dikaitkan dengan risiko SCC tiga kali lebih tinggi, tetapi tidak dengan risiko AC, setelah memperhitungkan frekuensi konsumsi," tulis para peneliti.

Analisis Konsumsi Minuman Panas

Studi ini dipimpin oleh Dr. Keren Papier, seorang ahli epidemiologi nutrisi senior di University of Oxford. Penelitian tersebut melibatkan analisis terhadap hampir 980 ribu orang di Inggris selama 14 tahun, yang memberikan gambaran jangka panjang mengenai kebiasaan minum dan kondisi kesehatan mereka.

Para peserta ditanya tentang preferensi mereka dalam mengonsumsi minuman panas dengan pilihan jawaban 'sangat panas', 'panas', 'hangat', dan 'tidak minum minuman panas'. Kesimpulan penelitian didasarkan pada perkiraan suhu minuman yang mereka konsumsi, bukan pengukuran suhu secara langsung. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya di berbagai belahan dunia, yang menunjukkan bahwa minum pada suhu 70 derajat Celsius atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Risiko Kesehatan dan Rekomendasi

Minuman yang sangat panas diduga dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan dengan merusak sel-sel yang melapisi kerongkongan. Selain itu, konsumsi alkohol dan merokok juga merupakan faktor risiko utama untuk jenis kanker ini. Tim peneliti menyarankan agar otoritas kesehatan dapat menggunakan temuan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minuman pada suhu yang lebih rendah dan mengurangi frekuensi minum minuman panas.

Fiona Osgun, kepala informasi kesehatan di Cancer Research UK, yang mendanai penelitian ini, menyatakan bahwa sulit untuk menentukan berapa lama minuman panas harus didiamkan sebelum dikonsumsi. "Namun, jika Anda khawatir, kami menyarankan untuk menunggu hingga minuman terasa nyaman untuk diminum, daripada meminumnya saat masih sangat panas," ujarnya.

Sementara itu, Muy-Teck Teh, profesor molecular oral oncology di Queen Mary University of London, mengemukakan bahwa penggunaan suhu yang dilaporkan oleh peserta merupakan salah satu keterbatasan penelitian yang dapat memengaruhi hasil. "Keterbatasan utama penelitian ini adalah persepsi mengenai suhu minuman pada dasarnya bersifat subjektif," tambahnya. "Masih belum jelas apakah orang yang mampu menoleransi atau lebih menyukai minuman yang sangat panas memiliki kemampuan merasakan panas atau sensitivitas mukosa yang berbeda, yang mungkin juga mencerminkan kecenderungan biologis tertentu terhadap SCC."

Dengan demikian, kemungkinan ini tidak dapat diabaikan dan membuat interpretasi mengenai hubungan sebab-akibat menjadi lebih kompleks.

Artikel Terkait