🔴 Breaking
Pendidikan

UIN Saizu Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme Melalui IKTD 2026

UIN Saizu menggelar ekspose IKTD 2026 dengan tujuan memperkuat kinerja dan profesionalisme tenaga kependidikan melalui penilaian yang komprehensif. Kegiatan ini melibatkan penilaian dari pimpinan, ata...

Fayra Nugroho

Penulis

10 September 2026
7 kali dibaca
Espos Plus
Espos Plus

UIN Saizu baru-baru ini melaksanakan ekspose Indeks Kinerja Tenaga Dosen (IKTD) 2026, yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kinerja dan profesionalisme di kalangan tenaga kependidikan. Penilaian dalam IKTD ini dilakukan dengan melibatkan pimpinan, atasan, serta rekan sejawat, yang mencakup berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan kinerja dan profesionalisme.

Partisipasi Dosen dalam Program Internasional

Dua dosen dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Saizu, Desi Wijayanti Ma’rufah dan Khairunnisa Dwinalida, berhasil mengikuti program kursus internasional yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Masing-masing dosen mengikuti kursus yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesional mereka.

Kolaborasi Internasional Prodi BKI

Program Studi BKI Fakultas Dakwah UIN Saizu juga menjajaki kolaborasi dengan Korea University, sebagai langkah untuk memperluas jaringan akademik internasional. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan riset dan kolaborasi pendidikan di tingkat global.

Rektor dan Wakil Rektor III UIN Saizu turut mendampingi kontingen mahasiswa yang akan berpartisipasi dalam ajang PORSI Jawara II 2026. Kehadiran pimpinan universitas ini menunjukkan dukungan penuh terhadap 73 mahasiswa yang akan bertanding.

Dalam upaya meningkatkan koordinasi, PPID UIN Saizu juga memetakan dokumen untuk E-Monev PPID 2026, yang bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kampus. Selain itu, UIN Saizu bekerja sama dengan Polresta Banyumas dalam upaya pencegahan kejahatan siber di kampus, mengingat pentingnya membangun ekosistem digital yang aman.

Persiapan kontingen UIN Saizu untuk PORSI Jawara II telah dilakukan dengan matang, baik dari segi teknis maupun mental. Rektor UIN Saizu mengingatkan pentingnya mengukir sejarah melalui prestasi di ajang tersebut.

UIN Saizu juga memberikan bekal pendidikan antikorupsi kepada mahasiswa, dengan menghadirkan narasumber dari KPK untuk memberikan wawasan tentang pencegahan perilaku koruptif. Dalam hal kinerja anggaran, UIN Saizu meraih dua penghargaan dari KPPN Purwokerto atas capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang dinilai sangat baik.

Fakultas Syariah UIN Saizu telah menandatangani MoU dengan PTUN Semarang untuk meningkatkan pembelajaran hukum yang kontekstual. Selain itu, mahasiswa baru Pascasarjana UIN Saizu juga dibekali pengetahuan tentang riset dan etika penggunaan AI, yang diharapkan dapat membangun kesamaan visi di antara mereka.

Wakil Rektor III UIN Saizu juga merencanakan kurikulum khusus bagi mahasiswa atlet, agar mereka tidak perlu memilih antara prestasi olahraga dan kewajiban akademik. Pembekalan kepada kontingen PORSI Jawara II berlangsung di Hall Perpustakaan UIN Saizu, menyiapkan mental dan sportivitas para peserta.

Rektor UIN Saizu juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kemendikdasmen untuk memperkuat kompetensi guru melalui program RPL. Prestasi mahasiswa KPI UIN Saizu yang berhasil menembus panggung nasional melalui dakwah kreatif menunjukkan bahwa dakwah lebih dari sekadar berbicara di depan umum.

Pascasarjana UIN Saizu terus memperluas ruang dialog akademik dengan menggelar International Public Lecture Series yang mengangkat tema “Multiculturalism in the Asian Community.” Rektor UIN Saizu menekankan pentingnya riset dan integritas bagi mahasiswa baru Pascasarjana, agar mereka tidak hanya fokus pada gelar akademik.

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Saizu juga menggelar ekspose terkait Indeks Kinerja Dosen (IKD) dan Publikasi Beban Kerja Dosen (BKD) untuk meningkatkan kinerja dosen dan budaya mutu di lembaga tersebut.

UIN Saizu terus berkomitmen untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang aman dan sehat, termasuk melalui inisiasi kantin halal. Perpustakaan UIN Saizu juga menerima kunjungan dari UIN Banten untuk membahas inovasi dan layanan perpustakaan.

Artikel Terkait