🔴 Breaking
Ekonomi

Pendapatan Negara dari Nikel Capai Rp 21 Triliun hingga Agustus 2026

Tri Winarno, Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa pengelolaan tambang nikel yang baik memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Bima Sakti

Penulis

10 September 2026
5 kali dibaca
Pendapatan Negara dari Nikel Capai Rp 21 Triliun hingga Agustus 2026
Sumber gambar: liputan6.com

Tri Winarno, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan bahwa pengelolaan yang efektif terhadap tambang, termasuk tambang nikel, memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian negara. Hingga bulan Agustus 2026, pendapatan negara dari sektor nikel diperkirakan mencapai Rp 21 triliun.

Dampak Positif Pengelolaan Tambang

Menurut Tri Winarno, pengelolaan tambang yang baik tidak hanya meningkatkan pendapatan negara tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan sosial. Dengan mematuhi standar operasional yang baik, industri nikel dapat berkembang dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Peluang dan Tantangan di Sektor Nikel

Di tengah meningkatnya permintaan global untuk nikel, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen utama. Namun, tantangan dalam hal regulasi dan praktik pertambangan yang berkelanjutan tetap menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait