🔴 Breaking
Kesehatan

Kelangkaan Gas Elpiji, Operasional Dapur MBG di NTT Dihentikan Sementara

Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Nusa Tenggara Timur terpaksa menghentikan operasionalnya karena kelangkaan gas elpiji 12 kilogram, yang berdampak pada layanan makanan bergizi.

Eko Prasetyo

Penulis

17 May 2026
9 kali dibaca
Kelangkaan Gas Elpiji, Operasional Dapur MBG di NTT Dihentikan Sementara
Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva

Jakarta - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menghentikan operasional mereka sementara waktu akibat kelangkaan gas elpiji 12 kilogram. Penghentian ini memengaruhi layanan MBG di berbagai daerah seperti Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, hingga Kabupaten Sumba Barat.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hendrayudha menjelaskan bahwa penghentian operasional ini dilakukan secara bertahap sejak tanggal 8 Mei 2026. "SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT. Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026," ungkapnya di Jakarta pada Rabu (13/5).

Penghentian Bertahap di Beberapa Daerah

Menurut penjelasan Dadang, penghentian operasional pertama kali terjadi di Kabupaten Manggarai pada 8 Mei 2026. Di daerah ini, sejumlah dapur MBG tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi makanan karena keterbatasan pasokan gas elpiji. Kondisi ini kemudian meluas ke daerah lain pada 11 hingga 12 Mei 2026, termasuk Kabupaten TTU, Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sumba Barat.

Dadang menambahkan bahwa sebagian besar SPPG masih sangat bergantung pada gas elpiji 12 kilogram untuk mendukung proses produksi makanan harian. "Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram memengaruhi operasional SPPG di lapangan sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia," katanya.

Upaya Pemulihan Pasokan Gas

Saat ini, BGN terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan distribusi gas dapat kembali normal. Pemerintah berharap agar pasokan elpiji segera tersedia sehingga operasional dapur MBG di berbagai wilayah NTT dapat dilanjutkan dan layanan makanan bergizi bagi masyarakat tidak terganggu lebih lama.

Artikel Terkait