🔴 Breaking
Teknologi

Perusahaan SK Hynix Buka Kesempatan Kerja Tanpa Ijazah Sarjana

SK Hynix, perusahaan chip terkemuka dari Korea Selatan, mengumumkan bahwa pelamar tidak perlu memiliki gelar sarjana untuk melamar pekerjaan. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih fokus pada kemampuan d...

Maya Soraya Larasati

Penulis

14 July 2026
7 kali dibaca
Perusahaan SK Hynix Buka Kesempatan Kerja Tanpa Ijazah Sarjana
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Gelar sarjana kini menjadi syarat umum dalam melamar pekerjaan, namun hal tersebut tidak berlaku di SK Hynix, perusahaan chip terkenal asal Korea Selatan. Perusahaan ini baru saja mengumumkan bahwa mereka menghapus persyaratan gelar sarjana dalam proses rekrutmen karyawan baru, memberikan kesempatan bagi individu tanpa ijazah S1 untuk melamar.

SK Hynix kini lebih menekankan pada kemampuan kerja, pengalaman, dan potensi kandidat ketimbang latar belakang pendidikan formal. Kebijakan baru ini mulai diterapkan pada pembukaan rekrutmen terbaru yang diumumkan pekan lalu, di mana syarat sebelumnya yang mewajibkan pelamar memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi telah dihapus.

Fokus pada Kompetensi dan Pengalaman

Salah satu pejabat perusahaan menyatakan bahwa saat ini persaingan untuk mendapatkan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI) semakin ketat. Dengan kebijakan baru ini, siapa saja yang dianggap memiliki kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan budaya kerja perusahaan dapat melamar dan memiliki peluang untuk direkrut.

"Dalam lingkungan AI yang berubah dengan cepat, daya saing talenta masa depan sulit diukur melalui gelar tertentu atau kredensial standar," ungkap salah satu petinggi SK Hynix. Kebijakan ini juga akan diterapkan dalam seluruh proses perekrutan di masa mendatang, seiring dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor AI.

Peluang Karir di Sektor Chip

SK Hynix merupakan salah satu produsen utama chip High Bandwidth Memory (HBM), yang merupakan komponen memori berkecepatan tinggi untuk mendukung akselerator AI buatan Nvidia. Perusahaan ini juga berencana untuk merekrut ratusan karyawan baru untuk mengisi berbagai posisi strategis, termasuk dalam pengembangan dan desain chip generasi berikutnya.

Kebijakan ini sejalan dengan visi Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengenai karakter talenta masa depan. Keputusan SK Hynix ini cukup unik, mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi pendidikan formal. Data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25-34 tahun telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Namun, OECD juga mencatat tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda di negara tersebut, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Sementara itu, SK Hynix terus tumbuh pesat berkat meningkatnya permintaan chip AI, dengan lebih dari 2.000 karyawan direkrut sepanjang tahun 2025 lalu.

Artikel Terkait