🔴 Breaking
Teknologi

Youtuber AS Memesan Rumah Prefabrikasi dari China Secara Online, Dalam Sehari Terpasang

Membeli rumah secara online mungkin terdengar aneh, namun pasangan Youtuber dari AS telah membuktikannya dengan memesan rumah prefabrikasi dari China yang dirakit dalam waktu singkat.

Raihan Fadhila

Penulis

14 July 2026
7 kali dibaca
Youtuber AS Memesan Rumah Prefabrikasi dari China Secara Online, Dalam Sehari Terpasang
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Membeli produk dari luar negeri melalui platform e-commerce sudah menjadi hal yang umum. Namun, bagaimana jika yang dibeli adalah sebuah rumah utuh? Konsep ini mungkin terdengar asing, mengingat rumah biasanya diasosiasikan dengan bangunan permanen yang berdiri di atas tanah, bukan barang yang dapat dimasukkan ke dalam keranjang belanja dan dikirim ke alamat tertentu. Meskipun demikian, hal ini benar-benar terjadi. Di China, sejumlah produsen kini menawarkan rumah prefabrikasi yang dapat dipesan secara online dan dikirim ke berbagai negara, meskipun dalam bentuk paket modul yang harus dirakit setelah tiba di lokasi.

Pasangan kreator YouTube "Grateful Off-Grid" dari Amerika Serikat telah membuktikan konsep ini. Mereka memesan rumah prefabrikasi dari Heshi Integrated Housing Co., sebuah perusahaan asal China yang fokus pada produksi rumah prefab, melalui platform Alibaba. Dalam video yang mereka unggah, mereka menjelaskan bahwa proses produksi rumah tersebut memakan waktu sekitar 30 hari, diikuti dengan pengiriman laut yang memakan waktu hampir sebulan hingga tiba di AS. Setibanya di sana, rumah tersebut masih berada dalam kontainer yang berisi modul-modul bangunan.

Proses Pemasangan yang Cepat

Dengan bantuan alat derek, modul-modul tersebut dirakit menjadi sebuah hunian dalam waktu sekitar satu hari. Rumah ini memiliki total luas sekitar 71,5 meter persegi, dilengkapi dengan kamar tidur, dapur, kamar mandi terpisah, serta jendela. Mengenai biaya, harga untuk unit rumah tersebut sekitar 15.800 dollar AS (sekitar Rp 284 juta). Namun, setelah ditambahkan dengan biaya pengiriman, tarif impor, pajak, dan berbagai biaya lainnya, total pengeluaran mereka meningkat menjadi 28.689 dollar AS (sekitar Rp 516 juta).

Popularitas Rumah Prefabrikasi

Rumah prefabrikasi semakin diminati karena keunggulannya dibandingkan dengan rumah konvensional, terutama dalam hal kecepatan pembangunan. Sebagian besar komponen rumah sudah diproduksi di pabrik, sehingga produsen hanya perlu mengirimkan komponen tersebut ke lokasi untuk dirakit menjadi rumah utuh, yang membuat waktu pembangunan menjadi lebih singkat. Produsen di China menawarkan berbagai model, mulai dari rumah kecil, rumah kontainer lipat, kabin futuristik berbentuk kapsul luar angkasa, hingga vila modular. Banyak model ini diklaim cukup kokoh untuk digunakan sebagai tempat tinggal selama 50 tahun.

Minat terhadap rumah prefabrikasi juga terlihat dari tren pencarian di internet. Data dari perusahaan intelijen pasar ShelfTrend menunjukkan bahwa kata kunci "Tiny House" memiliki lebih dari 450.000 pencarian per bulan di AS, "modular homes" lebih dari 201.000 pencarian, dan "prefab homes" mencatat lebih dari 165.000 pencarian setiap bulannya. Tren ini membuka peluang pasar global bagi produsen di China. Serena He, pendiri Luban Cabin, sebuah perusahaan rumah prefab yang berbasis di Linyi, Provinsi Shandong, menyatakan bahwa permintaan terhadap rumah modularnya terus meningkat, terutama dari pasar yang membutuhkan akomodasi yang fleksibel dan terjangkau. Produk-produk dari Luban Cabin banyak digunakan untuk hunian glamping di Australia dan Selandia Baru, wisata gurun di Timur Tengah, proyek resor di Asia Tenggara, serta homestay di beberapa negara Eropa.

Menurut He, satu unit rumah modular dapat dipasang dalam waktu satu hingga dua hari, sementara proyek yang lebih besar seperti kawasan glamping dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat minggu.

Artikel Terkait