🔴 Breaking
Kesehatan

--- Wabah Salmonella Terkait Mi Instan Rasa Ayam, 106 Kasus Teridentifikasi di Eropa ---

--- Otoritas kesehatan Eropa melaporkan adanya wabah Salmonella yang berhubungan dengan produk mi instan, dengan 106 kasus terkonfirmasi di 14 negara. Investigasi mengarah pada produk dari produsen di...

Arjuna Mahendra

Penulis

13 July 2026
21 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/OrraweeT)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/OrraweeT)
---TITLEEXCERPT--- Otoritas kesehatan Eropa melaporkan adanya wabah Salmonella yang berhubungan dengan produk mi instan, dengan 106 kasus terkonfirmasi di 14 negara. Investigasi mengarah pada produk dari produsen di Ukraina. ---CONTENT---

Jakarta - Otoritas keamanan pangan dan kesehatan di Eropa mengumumkan adanya wabah infeksi Salmonella yang diduga terkait dengan produk mi instan. Wabah ini telah mengakibatkan 106 kasus yang terkonfirmasi, dengan mayoritas terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, yang tersebar di 14 negara. Kasus pertama dilaporkan pada bulan November 2025, dan hingga saat ini, setidaknya 49 orang telah dirawat di rumah sakit, berdasarkan informasi dari European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) yang dirilis pada Selasa dan Rabu.

"Produk mi instan merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah lintas negara yang masih berlangsung. Sejumlah bukti mengaitkan kasus-kasus tersebut dengan produk dari merek yang sama," ungkap kedua lembaga tersebut.

Penelusuran Sumber Wabah

Meskipun tidak menyebutkan nama merek secara spesifik, EFSA dan ECDC menginformasikan bahwa kasus yang berkaitan dengan bakteri Salmonella Stanley menunjukkan keterkaitan dengan produsen yang berlokasi di Ukraina. Perusahaan Reeva Foods mengungkapkan adanya dugaan temuan Salmonella Stanley pada satu batch mi instan yang didistribusikan di kawasan Baltik. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service, sebuah perusahaan asal Ukraina yang memproduksi mi instan untuk Reeva Foods.

Reeva Foods menyatakan telah melakukan penyelidikan internal dan menarik batch produk yang diduga terpengaruh dari peredaran. Selain itu, perusahaan juga mengungkapkan telah mengambil langkah-langkah tambahan, termasuk pengujian laboratorium independen, audit kepatuhan terhadap regulasi, pemantauan lingkungan produksi, serta tindakan pencegahan lainnya. "Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," kata Reeva Foods, menekankan bahwa mereka bekerja sama dengan otoritas terkait dalam penyelidikan.

Gejala dan Dampak Infeksi Salmonella

Menurut otoritas kesehatan Eropa, infeksi telah dilaporkan di sejumlah negara, termasuk Austria, Britania Raya, Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia. Penyelidikan mikrobiologi menemukan strain wabah di Jerman dan Lithuania pada produk mi instan rasa ayam dan ayam pedas. Namun, otoritas menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber pasti dari wabah ini.

Infeksi Salmonella biasanya menyebabkan gejala seperti diare, demam, muntah hebat, dehidrasi, dan kram perut. Sebagian besar pasien dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi infeksi ini dapat lebih serius pada anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Artikel Terkait