Bank Indonesia menginformasikan bahwa pada bulan Juni 2026, uang primer yang disesuaikan (M0) tercatat sebesar Rp 2.228 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,8% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dalam konteks ini, Bank Indonesia memastikan bahwa likuiditas di sektor keuangan tetap terjaga. Pihak bank sentral berkomitmen untuk memantau dan mengelola kondisi likuiditas agar tetap stabil, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.