Jakarta - Wabah Salmonella yang melanda beberapa negara di Eropa telah menginfeksi lebih dari 100 orang. Sejak bulan November 2025 hingga Juni 2026, tercatat 106 kasus Salmonella Stanley yang terkonfirmasi di 13 negara Eropa dan Inggris Raya. Wabah ini terutama berdampak pada anak-anak dan dewasa muda, di mana 49 di antaranya memerlukan perawatan di rumah sakit.
Inggris menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu 29 orang, diikuti oleh Lithuania dengan 23 orang, Jerman 14 orang, dan Denmark 10 orang. Deteksi awal wabah ini dilakukan oleh Denmark yang melaporkannya ke portal pengawasan penyakit menular Eropa (EpiPulse) pada akhir Maret 2026.
Tren Konsumsi Mi Instan Mentah
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pasien di Denmark, Estonia, Jerman, Latvia, dan Lithuania mengonsumsi mi instan rasa ayam dari merek Reeva sebelum mengalami gejala penyakit. Ulrich Pinstrup dari Badan Veteriner, Pangan, Pertanian, dan Perikanan Denmark menjelaskan, "Mi instan rasa adalah camilan cepat yang populer, dan kami mengalami tren di mana anak-anak dan remaja khususnya memakan produk tersebut langsung dari kemasan." Ia menekankan bahwa praktik ini sangat tidak disarankan karena produk tersebut belum siap untuk dikonsumsi.
Di Latvia, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (SKPC) melaporkan terdapat tiga kasus di kalangan anak-anak sekolah dasar yang jatuh sakit pada bulan April dan Mei. Mereka diketahui telah mengonsumsi mi instan Reeva secara mentah tanpa menambahkan air mendidih sesuai petunjuk dari produsen. Dr Gauri Godbole, Wakil Direktur Infeksi Saluran Pencernaan di UKHSA, menyatakan, "Kami mendukung investigasi yang sedang berlangsung terkait wabah Salmonella internasional, dengan sebagian besar kasus yang dilaporkan terjadi pada anak-anak dan remaja."
Analisis Sumber Infeksi
Temuan saat ini menunjukkan bahwa mi instan rasa ayam dan/atau produk olahan ayam diduga sebagai sumber infeksi. Strain penyebab wabah telah terdeteksi di Jerman dan Lithuania pada produk mi instan rasa ayam dan rasa ayam pedas dari satu merek. Di Lithuania, pengujian terhadap batch lain dari merek yang sama menemukan Salmonella Richmond dan Salmonella Newport. Sementara itu, di Estonia, produk mi instan rasa ayam dinyatakan positif mengandung Salmonella Senftenberg.
Di Jerman, mi instan Reeva rasa ayam 60 gram telah ditarik dari peredaran, dengan batch yang terpengaruh adalah L0126 yang memiliki tanggal kedaluwarsa 5 April 2027. SLCO GmbH & Co. KG melaporkan bahwa investigasi oleh pihak berwenang di Saxony menemukan Salmonella Stanley dalam produk tersebut. "Produk-produk tersebut telah dilacak ke produsen di Ukraina. Hal ini menunjukkan adanya sumber kontaminasi yang sama di tingkat pabrik produksi," ungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (ECDC).
ECDC juga menambahkan bahwa strain Salmonella lainnya telah terdeteksi, yang menunjukkan bahwa mungkin ada lebih dari satu sumber kontaminasi yang terlibat. Produsen Ukraina sedang melakukan investigasi internal terkait kontaminasi tersebut, namun bahan yang digunakan sebagai penyedap rasa dinyatakan negatif Salmonella. ECDC memperingatkan bahwa kasus lebih lanjut mungkin terjadi mengingat produk tersebut memiliki masa simpan yang panjang dan dapat disimpan di rumah tangga dalam waktu yang lama.
Dengan situasi ini, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan cara penyajian makanan dan menjaga kebersihan untuk mencegah penyebaran Salmonella.