🔴 Breaking
Teknologi

Apple Negosiasi Pembelian Chip Memori dari Produsen Tercatat di Daftar Hitam Pentagon

Apple dilaporkan sedang berupaya untuk membeli chip memori dari dua perusahaan asal China yang terdaftar dalam daftar hitam Pentagon, sebagai langkah untuk mengatasi krisis chip memori global.

Raihan Fadhila

Penulis

07 July 2026
17 kali dibaca
Apple Negosiasi Pembelian Chip Memori dari Produsen Tercatat di Daftar Hitam Pentagon
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Apple dikabarkan sedang melakukan negosiasi untuk memperoleh chip memori dari dua produsen China, yaitu ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC), yang keduanya masuk dalam daftar hitam Pentagon. Perusahaan-perusahaan ini terdaftar dalam daftar 1260H Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, yang mencakup perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Meskipun langkah ini memiliki risiko politik yang tinggi, Apple berusaha merespons krisis chip memori global yang semakin parah.

Target Chip DRAM dan NAND

CXMT dikenal sebagai salah satu produsen DRAM (Dynamic Random Access Memory) terbesar di China, yang merupakan jenis memori yang digunakan sebagai RAM pada perangkat seperti ponsel, laptop, dan komputer. Sementara itu, YMTC adalah produsen NAND flash, yang digunakan untuk penyimpanan pada perangkat elektronik. Apple berencana untuk mengakuisisi kedua jenis chip ini, yaitu DRAM dari CXMT dan NAND dari YMTC. Jika kesepakatan ini terwujud, jumlah pemasok chip memori utama Apple akan meningkat dari tiga menjadi lima, di samping Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology yang selama ini menjadi mitra utama.

Strategi Terbatas untuk Pasar China

Penting untuk dicatat bahwa chip yang diperoleh dari CXMT dan YMTC tidak akan digunakan untuk semua produk Apple secara global. Menurut laporan Bloomberg, chip tersebut hanya akan digunakan untuk perangkat yang dijual di pasar China, bukan untuk produk yang beredar di negara lain seperti Indonesia atau Amerika Serikat. Strategi ini diambil oleh Apple untuk meminimalkan risiko politik terkait kesepakatan tersebut. CEO Apple, Tim Cook, dilaporkan telah berkomunikasi dengan beberapa pejabat pemerintahan Trump, termasuk Menteri Keuangan AS Scott Bessent, untuk membahas rencana ini. Sebelumnya, Apple juga telah melobi Kementerian Perdagangan AS untuk mendapatkan persetujuan secepatnya.

Risiko di Balik Lobi

Meskipun CXMT dan YMTC terdaftar dalam daftar 1260H, secara teknis Apple tidak dilarang untuk membeli chip dari kedua perusahaan tersebut. Namun, ada risiko besar yang mengintai. Kementerian Pertahanan AS tidak diperbolehkan menjalin kontrak dengan perusahaan yang menggunakan komponen dari perusahaan yang terdaftar dalam daftar tersebut. Dengan kata lain, jika Apple menggunakan chip dari CXMT dan YMTC, mereka berisiko kehilangan semua pesanan dari militer AS. Selain itu, pemerintahan Trump dapat saja meningkatkan status kedua perusahaan ini ke dalam Entity List Kementerian Perdagangan, yang akan membuat seluruh transaksi dengan CXMT dan YMTC menjadi ilegal.

Krisis Chip Memori Global

Semua situasi ini berakar dari krisis chip memori global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak akhir 2025, harga chip DRAM mengalami lonjakan yang signifikan. Lembaga riset TrendForce mencatat bahwa harga kontrak DRAM meningkat hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026, dan diperkirakan akan terus naik antara 58 hingga 63 persen. Lonjakan harga ini disebabkan oleh tiga raksasa memori dunia yang mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka untuk memproduksi memori kelas atas (High-Bandwidth Memory) guna memenuhi kebutuhan pusat data AI. Akibatnya, pasokan memori untuk pasar konsumen berkurang drastis, dan harga terus meroket. Tekanan ini bahkan memaksa Apple untuk menaikkan harga produknya. Pada 25 Juni 2026, Apple resmi menaikkan harga MacBook Air sebesar 200 dolar AS, MacBook Pro antara 300 hingga 400 dolar AS, dan iPad Air sebesar 150 dolar AS. Meskipun harga iPhone belum dinaikkan, tekanan biaya produksi terus meningkat. Tim Cook sendiri menyebut krisis chip memori saat ini sebagai "hundred-year flood" atau banjir yang terjadi sekali dalam seratus tahun, dan mengaku belum pernah menyaksikan situasi seburuk ini dalam 40 tahun kariernya di industri teknologi.

Dampak Terhadap Industri Teknologi

Kasus yang dihadapi Apple ini mencerminkan kondisi industri teknologi global yang semakin tertekan. Jika perusahaan sekelas Apple, yang merupakan perusahaan paling bernilai di dunia dengan kemampuan negosiasi yang kuat, harus melobi pemerintah untuk membeli chip dari perusahaan yang terdaftar dalam daftar hitam, maka kondisi produsen elektronik yang lebih kecil pasti jauh lebih sulit. Krisis chip memori ini telah mendorong seluruh industri elektronik konsumen ke titik yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan harga yang meningkat, pasokan yang menipis, dan pilihan pemasok yang semakin terbatas.

Artikel Terkait