🔴 Breaking
Teknologi

Microsoft Mengurangi Jumlah Karyawan, Xbox Terpaksa PHK Ribuan Pegawai

Microsoft mengumumkan pemangkasan 4.800 karyawan secara global, termasuk 3.200 pegawai dari divisi Xbox, sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.

Sekar Wangi

Penulis

07 July 2026
15 kali dibaca
Microsoft Mengurangi Jumlah Karyawan, Xbox Terpaksa PHK Ribuan Pegawai
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Microsoft telah mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi 4.800 karyawan, yang setara dengan sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja global perusahaan. Langkah ini diambil bersamaan dengan restrukturisasi signifikan pada bisnis game Xbox, yang mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan pegawai, pengurangan jumlah studio game, serta perubahan strategi bisnis.

Dari total karyawan yang terkena PHK, sekitar 3.200 berasal dari divisi gaming Xbox. Sebanyak 1.600 pegawai diberhentikan pada hari Senin (6/7/2026), sementara sisanya akan mengalami pengurangan secara bertahap sepanjang tahun fiskal Microsoft 2027.

Tantangan Bisnis Xbox

Dalam sebuah memo yang ditujukan kepada seluruh karyawan, CEO Xbox, Asha Sharma, mengungkapkan bahwa bisnis Xbox saat ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Ia menyatakan, "Bisnis kami saat ini tidak sehat. Margin kami tiga hingga sepuluh kali lebih rendah dibandingkan bisnis platform dan penerbit game sejenis."

Sharma juga menjelaskan bahwa Xbox kini memiliki basis pengguna konsol yang lebih kecil, sementara biaya operasional terus meningkat. Meskipun Microsoft telah menginvestasikan puluhan miliar dolar AS, termasuk akuisisi Activision Blizzard dan pengembangan layanan Xbox Game Pass, pertumbuhan bisnis belum memenuhi harapan. Ia mengungkapkan bahwa Xbox mengalami kerugian sekitar 64 sen untuk setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan ke studio game.

Pemangkasan dan Restrukturisasi Studio

Selain mengurangi jumlah karyawan, Xbox juga memutuskan untuk melepas empat studio game yang sebelumnya berada di bawah naungan perusahaan. Compulsion Games dan Double Fine Productions akan kembali menjadi studio independen di bawah manajemen pendirinya, dan mereka akan mempertahankan hak atas seluruh katalog game serta mendapatkan pendanaan untuk proyek berikutnya.

Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs akan berpindah ke pemilik baru yang belum diumumkan, namun Xbox memastikan bahwa kedua studio tersebut akan tetap menyelesaikan pengembangan game baru mereka, seperti Senua dan State of Decay 3. Arkane Studios yang berbasis di Lyon, Perancis, saat ini masih menjalani proses konsultasi sesuai dengan aturan ketenagakerjaan setempat untuk mengevaluasi berbagai opsi strategis, termasuk kemungkinan dijual atau dipisahkan dari Xbox.

Perusahaan juga telah menunjuk Helen Chiang sebagai Chief Operating Officer (COO) Xbox yang pertama, yang akan memimpin bisnis konten, perangkat keras, platform, dan layanan. Ke depan, Xbox akan memfokuskan investasi pada proyek game prioritas dengan pendekatan yang lebih disiplin, di tengah besarnya investasi Microsoft di bidang kecerdasan buatan (AI).

Artikel Terkait