🔴 Breaking
Teknologi

SpaceXAI Resmi Didirikan, Gabungkan Bisnis AI dan Antariksa Elon Musk

Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, kini resmi berganti nama menjadi SpaceXAI, menandai integrasi penuh dengan SpaceX. Perubahan ini diumumkan melalui akun resmi mereka dan disertai den...

Bima Sakti

Penulis

07 July 2026
17 kali dibaca
SpaceXAI Resmi Didirikan, Gabungkan Bisnis AI dan Antariksa Elon Musk
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com - Perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI) yang didirikan oleh Elon Musk, xAI, telah resmi bertransformasi menjadi SpaceXAI. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi mereka pada Selasa (7/7/2026). Dalam cuitan tersebut, mereka menyatakan, "Kami sekarang adalah SpaceXAI" dan memperkenalkan logo baru yang menggantikan logo lama xAI.

Logo baru tersebut mempertahankan elemen visual dari SpaceX, dengan huruf "X" ikonik yang kini digabungkan dengan tulisan "AI", membentuk nama perusahaan yang baru. Perubahan identitas ini menandakan selesainya proses integrasi xAI ke dalam SpaceX, setelah perusahaan antariksa yang juga dimiliki Musk tersebut mengakuisisi xAI pada bulan Februari lalu.

Transformasi Menuju SpaceXAI

Perubahan nama dan logo ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Elon Musk telah mengungkapkan bahwa xAI akan dihentikan sebagai entitas terpisah, dan semua produk AI yang dikembangkan akan berada di bawah merek SpaceXAI. Dengan langkah ini, pengembangan AI yang dilakukan Musk, termasuk chatbot Grok dan berbagai model AI lainnya, kini berada dalam satu naungan bisnis bersama SpaceX.

Langkah ini juga menegaskan ambisi Musk untuk menciptakan ekosistem teknologi yang menghubungkan AI, media sosial, internet satelit, serta eksplorasi luar angkasa.

Merger dan Rencana Pusat Data AI

Rebranding ini merupakan kelanjutan dari penggabungan yang diumumkan pada Februari 2026. Saat itu, Musk menyatakan bahwa penggabungan SpaceX dan xAI akan menjadi dasar untuk membangun ekosistem teknologi yang mengintegrasikan AI, roket, internet satelit Starlink, dan komunikasi langsung ke perangkat seluler. Salah satu tujuan jangka panjangnya adalah mendirikan pusat data AI di luar angkasa.

Musk menjelaskan bahwa kebutuhan energi untuk komputasi AI akan terus meningkat, sehingga dalam jangka panjang, pusat data yang berada di orbit dianggap sebagai solusi yang lebih realistis dibandingkan hanya bergantung pada infrastruktur di Bumi. Beberapa hari sebelum pengumuman merger, SpaceX juga diketahui telah mengajukan proposal untuk pembangunan pusat data orbital, yang akan mendukung komputasi AI di luar angkasa.

IPO dan Investasi Besar di Sektor AI

SpaceX, perusahaan antariksa yang dimiliki Elon Musk, dijadwalkan akan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq, New York, pada Jumat (12/6/2026) dengan kode saham SPCX. Rebranding xAI juga dilakukan tidak lama setelah SpaceX mencatatkan sejarah melalui penawaran saham perdana (IPO) pada bulan Juni lalu, di mana perusahaan berhasil mengumpulkan dana sekitar 75 miliar dollar AS, menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah.

Valuasi perusahaan pun melonjak menjadi sekitar 1,77 triliun dollar AS. Dokumen IPO menunjukkan bahwa investasi terbesar SpaceX saat ini justru berada di sektor AI, dengan pengeluaran sekitar 12,7 miliar dollar AS untuk pengembangan AI pada tahun 2025, yang lebih dari tiga kali lipat dibandingkan belanja modal untuk bisnis roket dan Starlink. Meskipun divisi AI masih mengalami kerugian, SpaceX meyakini bahwa sektor ini memiliki potensi pasar terbesar dalam sejarah perusahaan.

Ke depan, SpaceX berencana untuk meluncurkan AI Compute Satellites, yaitu pusat data AI yang akan ditempatkan di orbit luar angkasa, paling cepat pada tahun 2028. Selain itu, perusahaan juga telah mengamankan sejumlah kontrak infrastruktur AI bernilai besar, termasuk dengan Anthropic dan Google untuk penyediaan kapasitas komputasi AI.

Artikel Terkait