🔴 Breaking
TA Khalid Soroti Dana Otsus Aceh Belum Optimal, Kemiskinan Masih 12,34 Persen Inovasi Layanan Uronefrologi di Indonesia Melalui Teknologi Robotik Penurunan Harga Emas Antam pada 19 Agustus 2026 Sebesar Rp 50.000, Berikut Rinciannya Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal TA Khalid Soroti Dana Otsus Aceh Belum Optimal, Kemiskinan Masih 12,34 Persen Inovasi Layanan Uronefrologi di Indonesia Melalui Teknologi Robotik Penurunan Harga Emas Antam pada 19 Agustus 2026 Sebesar Rp 50.000, Berikut Rinciannya Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal
Kesehatan

Kesemutan yang Berulang: Tanda Awal Tumor Otak?

Kesemutan yang terjadi secara terus-menerus bisa menjadi indikasi adanya masalah serius, termasuk potensi tumor otak. Penting untuk mengenali gejala yang menyertainya agar dapat diambil tindakan yang...

Galang Mahesa

Penulis

29 June 2026
86 kali dibaca
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Panuwat Dangsungnoen)
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Panuwat Dangsungnoen)

Jakarta - Sensasi kesemutan sering kali dialami setelah duduk dalam waktu lama, dan umumnya tidak berbahaya. Namun, jika kesemutan disertai rasa terbakar yang muncul tanpa sebab yang jelas, serta mati rasa yang menyebar hingga membuat tangan terasa lebih lemah, kondisi ini perlu diperhatikan. Sistem saraf memiliki kemampuan yang baik dalam mengirimkan sinyal ketika ada gangguan, sehingga kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa yang berlangsung terus-menerus tidak boleh diabaikan.

Penyebab Kesemutan dan Sensasi Tidak Nyaman

Otak, sumsum tulang belakang, dan saraf berfungsi sebagai jaringan komunikasi yang sangat kompleks. Setiap gerakan dan sentuhan bergantung pada sinyal listrik yang mengalir melalui jalur-jalur ini. Ketika sinyal-sinyal tersebut terganggu, rusak, atau tertekan, sensasi yang tidak biasa dapat muncul. Menurut Dr. Nasli Icchaporia, Direktur Neurologi di Rumah Sakit Spesialis Sahyadri, "Sensasi-sensasi ini terkait dengan sistem saraf, yang bertindak sebagai saluran komunikasi tubuh kita. Jika saraf, tulang belakang, atau otak terluka karena penyakit atau penyebab eksternal lainnya, sinyal listrik abnormal bisa dikirim ke anggota tubuh yang menyebabkan timbulnya kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau sensasi seperti tersengat listrik." Dalam hal ini, saraf yang rusak dapat berfungsi tidak normal, mirip dengan kabel listrik yang mengeluarkan percikan api alih-alih menghantarkan sinyal dengan baik.

Penyebab Umum dan Tanda-tanda Serius

Salah satu penyebab umum dari kesemutan dan nyeri terbakar yang berkelanjutan adalah neuropati perifer, yang merupakan kondisi di mana saraf perifer mengalami kerusakan. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) menyatakan bahwa neuropati perifer memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan dapat disebabkan oleh diabetes, gangguan ginjal, penggunaan obat tertentu, serta penyalahgunaan alkohol. "Gejala-gejala yang disebutkan di atas sering disebabkan oleh neuropati perifer, yang dianggap sebagai salah satu penyebab utama munculnya gejala secara terus-menerus dan merupakan penyakit yang memengaruhi saraf perifer," jelas Icchaporia.

Kesemutan juga dapat menjadi salah satu gejala tumor otak, meskipun tidak selalu demikian. Gejala kesemutan tidak secara otomatis menunjukkan adanya tumor otak. Tumor dapat mengganggu bagian otak yang berfungsi memproses sensasi. Dr. Icchaporia menambahkan, "Keberadaan tumor otak, terlepas dari ukuran dan lokasinya, bisa mengganggu fungsi otak dan mengakibatkan komplikasi sensorik." Tumor otak dapat menyebabkan mati rasa yang berlangsung terus-menerus, kesemutan yang dirasakan hanya pada satu sisi tubuh, sakit kepala, kejang, hingga kesulitan menjaga keseimbangan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan perkembangan gejala yang dialami, terutama jika gejala tersebut semakin memburuk atau disertai perubahan neurologis lainnya.

Artikel Terkait