Asia berkontribusi sebesar 60% terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, namun hanya menerima kurang dari 30% aliran modal global. Dalam konteks ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mengadakan forum khusus yang menghubungkan proyek konkret dengan investor internasional.
Forum Investasi untuk Mempertemukan Peluang Bisnis
Pahala Mansury, Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, menekankan pentingnya mengatasi ketimpangan ini agar aliran modal dapat seimbang dengan pertumbuhan yang berkelanjutan. "Jadi ada imbalance atau ketidakseimbangan. Padahal, kalau kita mau melihat adanya pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable), tentunya kita juga harus mendapatkan aliran permodalan yang sepadan," ungkap Pahala dalam konferensi pers News Asia Forum yang berlangsung di Wisma Danantara pada Kamis, 22 Oktober 2026.
News Asia Forum dirancang sebagai platform untuk menggalang modal jangka panjang dan mendorong investasi konkret. Pahala menjelaskan bahwa forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang diskusi, tetapi juga sebagai tempat pertemuan antara pemilik modal, pemerintah, pelaku usaha, dan pemilik proyek. "Misi dari acara ini adalah bagaimana betul-betul bisa menjadi wadah untuk mendorong transaksi investasi masuk ke Asia," tegasnya.
Target dan Sektor Prioritas dalam Forum
Danantara menargetkan partisipasi lebih dari 1.500 delegasi dan sekitar 200 pembicara dari tingkat regional hingga global dalam forum ini. Selain sesi diskusi, forum ini juga akan memfasilitasi pertemuan bilateral dan presentasi proyek untuk membuka akses pendanaan yang lebih luas. Acara ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk investor institusional, perusahaan private equity, penyedia private credit, family offices, dan pejabat pemerintah.
Pahala menambahkan, "Indonesia adalah gateway (pintu masuk), tetapi fokus pembahasan kita juga mencakup seluruh kawasan Asia Tenggara." Dalam forum tersebut, Danantara menetapkan delapan sektor prioritas yang akan ditawarkan kepada investor, yang dipilih karena potensi besar dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru. "Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa membawa proyek-proyek konkret ke dalam forum ini. Bukan cuma proyek Danantara, tetapi kita mendorong semua pihak untuk terlibat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa dinamika geopolitik global saat ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menarik modal dari berbagai negara, termasuk China, Australia, dan Amerika Serikat. Forum ini diharapkan dapat mendorong perbaikan kebijakan dan ekosistem investasi agar modal yang masuk dapat terealisasi secara berkelanjutan.
Ke depan, Danantara berharap News Asia Forum dapat bersinergi dengan inisiatif Indonesia International Financial Center (IIFC) untuk semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi utama di kawasan Asia Tenggara.