πŸ”΄ Breaking
Ekonomi

Tantangan Baru bagi Industri Pers Indonesia di Era Kecerdasan Buatan

Industri pers Indonesia kini dihadapkan pada tantangan baru akibat kemajuan teknologi kecerdasan buatan, yang menuntut perubahan manajerial dan inovasi untuk tetap relevan.

Fehardian Rahaja

Penulis

22 October 2026
4 kali dibaca
Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono di acara Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono di acara Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi tantangan signifikan bagi industri pers di Indonesia. Dalam acara Local Media Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026, Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com, mengungkapkan bahwa industri pers harus beradaptasi dengan cepat untuk menekan biaya operasional dan menjaga keberlangsungan bisnis.

Transformasi Media yang Cepat

Suwarjono menjelaskan bahwa industri pers saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peralihan media cetak ke platform online, pergeseran dari tulisan ke video, hingga penggunaan media sosial dan teknologi AI. Ia menyatakan, "Mungkin kalau yang generasi saya, kita masih mengalami media dari model yang paling lama ya, dari cetak, kemudian ke multimedia atau video, kemudian baru belakangan ke website, belakangan lagi ke sosial media, dan belakangan lagi ke AI. Perubahan dari tahap demi tahap ini ternyata sangat cepat."

Kecepatan perubahan ini mengharuskan pola manajerial dan alur kerja di ruang redaksi untuk keluar dari kebiasaan konvensional. Suwarjono menekankan bahwa pendekatan adaptasi yang linier dan bertahap sudah tidak relevan lagi. "Ini yang membuat kita juga berubahnya tidak lagi model gradual, tapi lompat, melompat terus perjalanan perubahan. Tidak sekadar bagaimana konten kita harus sampai kepada publik, kepada audiens, kepada pembaca. Tapi juga bagaimana kita harus melakukan perubahan, transformasi yang mungkin harus luar biasa, yang harus sudah out of the box," paparnya.

Restrukturisasi dan Efisiensi Operasional

Ia menambahkan bahwa restrukturisasi sumber daya dan efisiensi operasional sangat penting dalam mengubah orientasi distribusi produk jurnalistik. Menurutnya, perusahaan pers tidak hanya dituntut untuk memproduksi berita dengan cepat, tetapi juga untuk memformulasikan konten yang memiliki nilai tambah dibandingkan dengan agregasi dari platform digital. "Kita berebut engagement, berebut pembaca dengan sosial media yang sangat cepat memberitakan breaking news dari lokasi tertentu yang bahkan kita tidak ada di sana. Yang membuat media tidak lagi modelnya kita cepat-cepatan lagi ya, tapi bagaimana kita membuat konten yang relevan dengan audiens kita," tegas Suwarjono.

Untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan media lokal serta media dengan segmen khusus, Suara.com bersama International Media Support (IMS) telah meluncurkan Local Media Community. Ini adalah platform yang memungkinkan media lokal untuk berjejaring, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan program-program yang mendorong pertumbuhan media digital.

β€œNah ini yang saya kira juga menjadi hal yang baru lagi di pelatihan training, coaching ke depan adalah bagaimana sistem di media atau keberlanjutan media lokal, niche media, sampai creator konten untuk news itu bisa ke depan jauh lebih berkembang,” jelas Suwarjono.

Artikel Terkait