Di Jakarta, anak-anak sering kali menyukai makanan dan minuman yang manis. Namun, terdapat keyakinan di kalangan masyarakat bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit jantung ketika mereka dewasa. Dokter Jantung Anak dari BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menyatakan bahwa pandangan tersebut adalah mitos.
Menurut dr Anisa, mengonsumsi makanan atau minuman manis tidak secara langsung mengakibatkan penyakit jantung. "Oke, kembali lagi jawabannya, mitos ya. Kenapa? Ya, boleh aja minum minuman manis ya, karena anak-anak kan suka minum minuman manis," jelasnya saat diwawancarai.
Risiko Kesehatan Lainnya
Walaupun demikian, dr Anisa mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan terhadap makanan dan minuman manis dapat berdampak negatif pada kesehatan gigi anak. "Cuma justru yang harus dikhawatirkan kalau berlebihan nanti kesehatan gigi seperti itu. Tapi kalau untuk jantung secara langsung, mitos," tambahnya.
Perhatian untuk Orang Tua
Orang tua disarankan untuk tetap memperhatikan asupan gula pada anak, meskipun tidak perlu khawatir berlebihan tentang dampaknya terhadap jantung. Mengedukasi anak mengenai pola makan yang sehat dan seimbang tetap menjadi hal yang penting untuk menjaga kesehatan mereka secara keseluruhan.
Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tidak semua yang berhubungan dengan makanan manis dapat langsung dikaitkan dengan risiko penyakit jantung di kemudian hari.