🔴 Breaking
Kesehatan

Mitos atau Fakta, Apakah Minum Susu Menyebabkan Kenaikan Berat Badan?

Minum susu sering dianggap dapat menyebabkan peningkatan berat badan, namun pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Seorang ahli gizi menjelaskan bahwa kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh total...

Chandra Kirana

Penulis

07 September 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing)

Di Jakarta, banyak orang yang menghindari konsumsi susu saat berusaha menjaga berat badan mereka. Kekhawatiran akan kandungan lemak dan kalori dalam susu membuat sebagian orang percaya bahwa minum susu akan menyebabkan penambahan berat badan. Namun, pandangan ini tidaklah tepat.

Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa kenaikan berat badan lebih berkaitan dengan total asupan energi harian. "Soal minum susu bikin gemuk, itu sebenarnya mitos. Yang bikin berat badan naik itu bukan susunya, tapi total kalori harian kita yang berlebihan," ungkap dr. Yaze.

Peran Susu dalam Pola Makan Sehari-hari

Menurut dr. Yaze, susu tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah susu yang dikonsumsi dan bagaimana asupan tersebut berkontribusi pada total pola makan. "Jadi kalau total makan seharian sudah kelewat banyak, mau minum susu atau tidak, tetap bisa nambah berat badan. Susunya sendiri aman kok," jelasnya.

Untuk orang dewasa, dr. Yaze merekomendasikan konsumsi susu sekitar 1 hingga 2 gelas sehari, atau sekitar 250 hingga 500 ml, sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium. Ia juga menekankan bahwa lemak dalam susu tidak perlu langsung dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan, karena lemak berfungsi sebagai sumber energi, membantu pembentukan hormon dan sel, serta mendukung penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Pentingnya Memperhatikan Asupan Kalori

Masalah muncul ketika total asupan energi harian melebihi kebutuhan tubuh. Sumber kalori tidak hanya berasal dari susu, tetapi juga makanan dan minuman lain yang dikonsumsi sepanjang hari. Mengenai susu kental manis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan bahwa produk ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai minuman susu tunggal. SKM lebih tepat digunakan sebagai pelengkap, topping, atau campuran dalam makanan dan minuman.

Hal ini penting karena istilah "susu" tidak berarti semua produk susu memiliki cara konsumsi yang sama. SKM memiliki rasa manis, sehingga penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak berlebihan dalam menambah kalori. Misalnya, SKM dapat digunakan sebagai pelengkap pada roti atau makanan penutup.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai kenaikan berat badan tidak cukup hanya dengan menanyakan apakah susu atau SKM bikin gemuk. Porsi, cara konsumsi, serta keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari juga perlu diperhatikan. Batas konsumsi gula yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan adalah maksimal 50 gram per hari, yang merupakan akumulasi dari berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi.

"Selama minumnya masih dalam porsi ideal dan total kalori harian belum jebol, tidak bakal bikin gemuk kok," tegas dr. Yaze. Mitos lain yang sering beredar adalah bahwa minum susu di malam hari dapat menyebabkan kegemukan. Namun, dr. Yaze menegaskan bahwa waktu minum susu tidak berpengaruh pada berat badan. "Jam minum susu tidak ngaruh ke berat badan sama sekali. Mau minum pagi, siang, atau malam, kalorinya diproses sama saja oleh tubuh," katanya.

Dengan demikian, minum susu pada malam hari tidak otomatis menyebabkan penumpukan lemak di perut. Yang perlu diperhatikan adalah total energi yang masuk sepanjang hari. Susu juga dapat membantu memberikan rasa kenyang karena kandungan proteinnya. Rasa kenyang yang lebih lama dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan secara berlebihan.

"Susu itu bisa bantu kita jaga berat badan. Kandungan proteinnya tinggi, jadi bikin perut berasa kenyang lebih lama," ujar dr. Yaze. Kesimpulannya, anggapan bahwa minum susu bikin gemuk adalah mitos. Susu tidak otomatis menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Hal yang sama berlaku untuk produk SKM, yang penggunaannya harus disesuaikan dengan peruntukannya sebagai pelengkap atau campuran dalam makanan dan minuman.

Artikel Terkait