Jakarta - Seiring dengan penyebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk Jakarta, penggunaan masker menjadi salah satu cara perlindungan yang banyak dipilih oleh masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan. Namun, di media sosial beredar pendapat bahwa masker yang dibasahi dapat meningkatkan efektivitasnya dalam menangkal abu vulkanik. Apakah hal ini benar?
Seorang pengguna di platform Threads menyarankan, "Kalo pake masker, sebisa mungkin masker KN seperti jaman covid. bukan cuma masker bedah ijo. Basahi masker dengan air supaya agak lembab. Supaya debunya terperangkap di luar masker, nggak beterbangan menembus masker. Sebisa mungkin malah pake kacamata safety."
Pernyataan Dokter Spesialis Paru
Dokter spesialis paru, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), menyatakan bahwa anggapan tentang masker basah yang lebih efektif dalam melindungi dari abu vulkanik tidak didukung oleh bukti ilmiah. "Setahu saya tidak ada penelitian ilmiah yang mengkaji hubungan antara masker yang dibasahi atau tidak terhadap abu vulkanik, jadi secara ilmiah tidak bisa dijawab secara pasti," ungkap dr Tjandra saat dihubungi.
Lebih jauh, Prof Tjandra yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menekankan bahwa masker tidak dapat memberikan perlindungan 100 persen dari paparan abu vulkanik. "Masker itu apapun bentuknya adalah salah satu bentuk perlindungan. Tidak bisa dikatakan bahwa penggunaan masker mau bentuk apapun juga akan 100 persen aman dari abu vulkanik, kalau kadar abu vulkaniknya sedang tinggi," jelasnya.
Pentingnya Informasi Kadar Abu Vulkanik
Prof Tjandra juga menekankan pentingnya pemerintah untuk terus memberikan informasi yang akurat mengenai kadar abu vulkanik di masing-masing wilayah. "Karena kan beda-beda kadarnya kan? Kalau bisa pagi sore diberitahukan bahwa hari ini sedang sekian, sore sedang sekian sehingga orang bisa lebih waspada," tambahnya.
Dia menekankan bahwa meskipun masker dapat digunakan, tidak ada jaminan 100 persen untuk terhindar dari paparan. "Tetapi apapun kadar itu, masker itu tidak bisa 100 persen menjamin (terhindar dari paparan), yang ada dalam rekomendasi itu gunakan masker. Apakah itu N95 atau bukan, tentu saja N95 akan lebih bagus karena proteksinya lebih baik," tutupnya.