Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah, mengarahkan sekolah-sekolah yang mengalami dampak signifikan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi darurat yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik tersebut.
Dampak Erupsi terhadap Penerbangan
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi baru-baru ini juga berdampak pada operasional penerbangan di Indonesia. Delapan bandara ditutup sebagai langkah pengamanan, sementara lima bandara alternatif dibuka untuk mendukung kelancaran penerbangan. Sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan atau dijadwalkan ulang akibat penyebaran abu vulkanik.
Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan oleh abu vulkanik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi penyebaran abu yang dapat mempengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Dalam situasi ini, penting bagi masyarakat untuk memantau informasi dari sumber yang terpercaya.
Dengan penerapan pembelajaran jarak jauh, diharapkan proses pendidikan tetap dapat berjalan meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.