Jakarta - Dengan semakin banyaknya pilihan alat pembersih gigi di pasaran, seperti sikat gigi, pasta gigi, dental floss, dan water floss, masyarakat sering kali bingung mengenai penggunaan yang tepat. Pertanyaan yang muncul adalah apakah cukup hanya dengan menggosok gigi atau perlu menggunakan alat tambahan lainnya.
Sikat Gigi: Fondasi Utama Kebersihan Gigi
Menurut drg Fariz Ramadhan dari Mayapada Dental Care (MDC), menggosok gigi tetap menjadi langkah paling penting dalam menjaga kebersihan mulut. Ia menjelaskan bahwa kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menyikat gigi dengan terlalu keras, beranggapan bahwa semakin keras ditekan, semakin bersih gigi tersebut.
“Pada prinsipnya, pembersihan gigi yang utama kan sikat gigi ya. Prinsip dasar sikat gigi kan menyapu seluruh permukaan gigi tanpa tekanan berlebih, itu dulu,” ungkap drg Fariz dalam sebuah acara peluncuran di Mayapada Hospital Jakarta Timur pada Jumat (4/9/2026). Menyikat gigi dengan tekanan yang berlebihan dapat merusak lapisan gigi dan gusi. Jika seluruh permukaan gigi sudah dibersihkan dengan lembut, maka fungsi utama sikat gigi sudah terpenuhi.
Peran Alat Pembersih Modern
Walaupun menyikat gigi adalah metode utama, bulu sikat gigi memiliki keterbatasan dalam menjangkau area tertentu, seperti sela-sela gigi yang rapat atau bagian belakang gigi geraham. Di sinilah alat pembersih modern berperan penting. Sebelumnya, banyak orang menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan, namun ukuran tusuk gigi yang tebal dapat menyebabkan renggangan gigi yang lebih besar.
Inovasi dalam perawatan gigi telah menghasilkan dental floss yang terbuat dari benang tipis dan water floss yang menggunakan semprotan air. “Dental floss, water floss, dan obat kumur itu penunjang dari sikat gigi. Nah, kalau digunakan secara bersama-sama hasilnya akan efektif. Jadi tidak menekankan pada hanya satu alat pembersih saja,” jelas drg Fariz.
Penggunaan Flossing dan Obat Kumur yang Tepat
Kunci untuk menjaga kebersihan gigi secara optimal terletak pada kombinasi penggunaan alat pembersih yang saling melengkapi. Setelah menyikat gigi, penting untuk memeriksa apakah ada sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi. Dental floss sangat ideal untuk menjangkau area yang sempit, sedangkan water floss dan obat kumur bisa digunakan sebagai alternatif saat dental floss sulit digunakan. Semprotan air atau cairan obat kumur dapat menjangkau sudut-sudut yang sulit dijangkau.
Bagi beberapa orang, tekanan air dari water floss mungkin terasa cukup kuat pada gusi. Namun, drg Fariz menekankan bahwa tekanan tersebut umumnya sudah teruji aman, asalkan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. “Mungkin tekanannya agak kuat, tapi sejujurnya hal itu pasti sudah diperhitungkan ya sebelum alat itu keluar. Artinya tekanannya mungkin masih dalam batas aman. Hanya saja penggunaannya harus lebih selektif lagi saja,” ucapnya.
“(Misalnya) Bagian sini boleh (pakai) dental floss, bagian sini boleh water floss, itu tak masalah. Tapi yang paling utama sekali lagi sikat giginya dulu,” tambahnya.