🔴 Breaking
Ekonomi

Kontribusi Ekonomi Syariah Mencapai 25% PDB, Pembiayaan Perbankan Tumbuh Signifikan

Ekonomi syariah di Indonesia berkontribusi hampir 25% terhadap PDB, dengan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah mencapai 11,6%. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonom...

Sabina Almira

Penulis

14 October 2026
10 kali dibaca
Ekonomi syariah dinilai menjadi salah satu andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Dok. BSN)
Ekonomi syariah dinilai menjadi salah satu andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Dok. BSN)

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Wibowo, mengungkapkan bahwa ekonomi syariah memiliki prinsip perdagangan yang adil dan berkeadilan. Pada kuartal IV tahun 2025, sektor ini menyumbang hampir 25% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, yang setara dengan Rp 1.524 triliun. Meskipun demikian, pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah baru mencapai 7,44% pada Agustus 2026, meskipun mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 11,6%.

Potensi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Drajad Wibowo menekankan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 6% pada tahun 2027 dan 8% dalam jangka menengah. Ia menyatakan, “Ekonomi syariah itu menjadi salah satu andalan bagi kita untuk mencapai pertumbuhan 6% tahun 2027 dan 8% di jangka menengah, sebagai bagian dari peningkatan daya saing.” Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Drajad juga menyampaikan bahwa total aset keuangan syariah di Indonesia mencapai Rp 3.131 triliun, yang mencakup 11,36% dari total aset keuangan nasional. Indonesia menempati posisi ketiga di dunia berdasarkan nilai aset sukuk. Namun, ia menggarisbawahi bahwa rendahnya inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan bagi pengembangan industri ini. Data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah hanya mencapai 43%, sedangkan tingkat inklusinya baru 13,24%.

Peluang dan Tantangan di Sektor Halal

Pada Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah tercatat sebesar Rp 758 triliun, tumbuh 11,6%. Meskipun demikian, pangsa pasar yang masih berada di angka 7,44% menunjukkan bahwa masih terdapat banyak ruang untuk pengembangan pembiayaan syariah di Indonesia. Drajad menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat industri halal dan UMKM, meningkatkan ekspor, memperluas kerja sama internasional, serta mengembangkan ekosistem halal dan keuangan syariah.

“Pesan dari ekonomi syariah itu salah satunya adalah fair and just trade antar kita semua,” kata Drajad. Ia juga menyoroti bahwa potensi dana sosial syariah yang belum dimanfaatkan secara optimal diperkirakan mencapai Rp 353 triliun per tahun, namun realisasinya baru mencapai Rp 41 triliun. Dari sisi industri halal, ekspor produk halal Indonesia tumbuh 23% sepanjang tahun 2025, mencapai US$ 63,4 miliar, dengan ekosistem halal nasional mencakup 4,4 juta sertifikat halal untuk 14,6 juta produk, serta pengakuan sertifikasi halal dari 39 negara mitra melalui skema pengakuan bersama.

Artikel Terkait