🔴 Breaking
Ekonomi

Dari Kios Kecil Menjadi Toko Grosir, Perjalanan Fitriani Berkat KUR BRI

Fitriani berhasil mengembangkan usahanya dari kios kecil menjadi toko grosir berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, yang juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Aditya Surya

Penulis

15 October 2026
9 kali dibaca
Toko grosir sembako milik Fitriani, Nasabah KUR BRI di Pesawaran, Lampung. (Istimewa)
Toko grosir sembako milik Fitriani, Nasabah KUR BRI di Pesawaran, Lampung. (Istimewa)

Fitriani telah mengubah kios kecilnya yang terletak di Pasar Gerning, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menjadi sebuah toko grosir sembako yang melayani kebutuhan masyarakat dan pedagang di desa-desa sekitarnya. Dengan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, usahanya tidak hanya berkembang pesat tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi warga lokal serta berkontribusi pada perekonomian daerah.

Ia menceritakan bahwa motivasinya untuk memulai usaha ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Dengan tekad dan kerja keras, Fitriani terus memperluas bisnisnya dengan menambah stok barang dagangan agar dapat melayani lebih banyak pelanggan.

Pembiayaan yang Mendorong Pertumbuhan Usaha

Seiring dengan meningkatnya permintaan dari pelanggan, Fitriani menyadari bahwa ia memerlukan tambahan modal untuk memperkuat stok dan memperluas usahanya. Ia kemudian memanfaatkan fasilitas KUR BRI untuk mendukung perkembangan bisnisnya. “Tahun 2016 menjadi awal saya mendapatkan pinjaman KUR BRI sebesar Rp25 juta dengan jangka waktu dua tahun. Dana tersebut saya gunakan untuk menambah stok sembako agar bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Seiring berjalannya waktu, usaha saya berjalan lancar dan alhamdulillah akhirnya pinjaman pertama tersebut berhasil saya lunasi,” ungkap Fitriani.

Keberhasilan dalam mengembangkan usaha dan menyelesaikan kewajiban pinjaman pertamanya membuka jalan bagi Fitriani untuk melanjutkan pengembangan bisnis. Ia kembali mengajukan KUR BRI sebesar Rp35 juta dengan jangka waktu dua tahun, yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas penjualan dan memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Memberikan Manfaat bagi Lingkungan Sekitar

Seiring dengan pertumbuhan usahanya, Fitriani memperoleh fasilitas KUR BRI tambahan sebesar Rp100 juta dengan jangka waktu tiga tahun. Pembiayaan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan volume pembelian barang dagangan, memperluas kapasitas usaha grosir, serta menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk pemilik warung dan toko kecil di sekitarnya. “Alhamdulillah, usaha yang saya jalankan sekarang semakin berkembang menjadi toko grosir sembako yang melayani pembelian dalam jumlah besar. Pelanggannya tidak hanya berasal dari masyarakat Desa Gerning, tetapi juga para pemilik toko kecil di desa tersebut dan wilayah sekitar,” ujarnya.

Dengan perkembangan usahanya, Fitriani juga menyadari pentingnya memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitarnya. Aktivitas perdagangan yang meningkat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pedagang kecil, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga setempat, sejalan dengan kebutuhan operasional usaha yang terus berkembang.

Bagi Fitriani, kemajuan usaha ini bukan hanya sekadar pencapaian dalam berbisnis, tetapi juga merupakan langkah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Melalui usaha yang terus berkembang, ia memiliki kesempatan untuk meningkatkan penghasilan, memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta membangun fondasi ekonomi keluarga yang lebih kokoh.

Pada kesempatan yang berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny menekankan bahwa pengembangan usaha mikro sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas bisnis mereka dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. “BRI terus berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang dapat mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan kapasitas dan skala usahanya. Kami berharap pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mampu membuka peluang kerja, memperkuat aktivitas perdagangan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait