🔴 Breaking
Kesehatan

Kopi Hitam Pagi Hari, Kunci Panjang Umur yang Sehat

Kebiasaan mengonsumsi kopi hitam di pagi hari dapat berkontribusi pada peningkatan usia, dengan mengurangi risiko kematian akibat berbagai penyakit, asalkan tidak dicampur gula atau krimer berlebihan.

Maya Soraya Larasati

Penulis

14 August 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi kopi hitam (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Ilustrasi kopi hitam (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Jakarta - Kebiasaan menikmati kopi di pagi hari tidak hanya berfungsi sebagai penghilang rasa kantuk, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi hitam secara rutin setiap pagi dapat membantu memperpanjang umur dengan menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.

Temuan Penelitian Terkait Kopi

Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition ini menganalisis hubungan antara konsumsi kopi, termasuk penambahan gula dan lemak jenuh, dengan tingkat kematian di kalangan populasi dewasa di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (1999-2018) yang melibatkan 46.222 responden berusia 20 tahun ke atas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi berkafein setiap hari berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat semua penyebab (all-cause mortality) dan penyakit kardiovaskular sebesar 16 persen. Selain itu, konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko kematian hingga 17 persen. Namun, efek perlindungan ini tidak meningkat jika konsumsi kopi melebihi tiga cangkir per hari.

Pentingnya Memperhatikan Campuran Kopi

Fang Fang Zhang, peneliti utama studi dan Guru Besar di Friedman School, menjelaskan bahwa penambahan gula dan krimer menjadi faktor penting yang sering diabaikan oleh para pecinta kopi. "Kenyataannya, sebagian besar dari kita tidak sekadar minum kopi murni. Walaupun secara umum kita mengira gula dan lemak mungkin melemahkan manfaat kopi, kami ingin membuktikannya secara ilmiah melalui data berbasis bukti," ungkap Zhang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi hitam atau kopi dengan sedikit gula dan lemak jenuh dapat menurunkan risiko kematian sebesar 14 persen. Sebaliknya, manfaat tersebut hilang pada kelompok yang mengonsumsi kopi dengan tambahan gula dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

Dalam studi ini, peneliti juga menetapkan batasan untuk 'gula tambahan rendah' berdasarkan pedoman dari Food and Drug Administration (FDA), yaitu di bawah 5 persen dari Daily Value (DV), yang setara dengan 2,5 gram (sekitar setengah sendok teh gula) per cangkir 240 ml. Sementara itu, batasan 'lemak jenuh rendah' ditetapkan pada 1 gram per cangkir.

Liz Weinandy, ahli gizi dari The Ohio State University Wexner Medical Center, menegaskan bahwa apa yang ditambahkan ke dalam kopi sama pentingnya dengan kebiasaan minum kopi itu sendiri. "Secara medis, kandungan kafein dan flavonoid dalam biji kopi berperan mempercepat metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, serta melawan radikal bebas pemicu penyakit kronis. Namun, asupan gula dan lemak jenuh yang tinggi justru merusak metabolisme glukosa dan memicu obesitas," jelas Weinandy.

Walaupun demikian, Zhang mengingatkan para penikmat kopi untuk tetap menikmati kopi mereka. "Nikmatilah kopi Anda. Sangat positif bahwa kita melihat langsung manfaat dari minum kopi. Poin utamanya adalah perhatikan apa yang Anda tambahkan ke dalamnya. Jika ingin menambah sedikit susu atau gula, itu tetap boleh, asal tidak melebihi ambang batas aman," tutup Zhang.

Artikel Terkait