Ainnun Qolbu Ismayatul Hawa, seorang mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara angkatan 2024 di UIN Saizu, baru-baru ini dinyatakan lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) untuk tahun 2026. Keberhasilan ini menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan literasi kecerdasan buatan di kalangan mahasiswa.
Pemilihan Ainnun sebagai GSA merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan. Dalam proses seleksi, para calon ambassador harus menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan pengetahuan mendalam tentang teknologi terkini. Ainnun berhasil membuktikan kemampuannya dan mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam program-program Google di kampusnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Ainnun, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan akademis di UIN Saizu. Dengan terpilihnya dia sebagai GSA, Ainnun berencana untuk mengadakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang teknologi AI dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pencapaian ini, Ainnun Qolbu Ismayatul Hawa menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa lainnya. Selanjutnya, dia akan memulai program-program yang telah direncanakan dan berkolaborasi dengan pihak Google untuk memperkuat literasi AI di kalangan mahasiswa.