🔴 Breaking
Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura
Politik

Mahkota Binokasih: Simbol Kebesaran Sejarah Sunda di Keraton Sumedang

Mahkota Binokasih Sanghyang, yang terbuat dari emas dan bernilai sekitar Rp16 miliar, menjadi penanda penting dalam sejarah budaya Sunda yang hampir terlupakan.

Arjuna Mahendra

Penulis

03 May 2026
221 kali dibaca
Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria selaku Raja Keraton Sumedang Larang saat mengangkat Mahkota Binokasih. ANTARA/HO-Pemkab Sumedang/aa.
Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria selaku Raja Keraton Sumedang Larang saat mengangkat Mahkota Binokasih. ANTARA/HO-Pemkab Sumedang/aa.

Keraton Sumedang Larang tidak hanya berfungsi sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas budaya yang dinamis. Di dalamnya, Mahkota Binokasih Sanghyang memancarkan kilau emas yang menarik perhatian, menyimpan jejak panjang peradaban Sunda yang hampir hilang.

Mahkota ini, yang memiliki berat sekitar 8 kilogram dan terbuat sepenuhnya dari emas, disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Nilai mahkota ini diperkirakan mencapai Rp16 miliar, berdasarkan harga emas saat ini. Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat mengunjungi Sumedang, menekankan bahwa nilai sebenarnya dari Binokasih bukan terletak pada harga emasnya, tetapi pada warisan budaya yang luar biasa dari masa lalu.

Menurut Fadli, penting untuk memahami Binokasih sebagai simbol kebesaran sejarah Tatar Sunda, terutama di tengah minimnya bukti sejarah yang tersisa, seperti jejak kerajaan dan struktur fisik pusat pemerintahan yang sulit ditemukan. Mahkota ini menjadi artefak yang memberikan konteks pada narasi panjang peradaban Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan bahwa sejarah Sunda telah kehilangan banyak jejak, dan Mahkota Binokasih menjadi salah satu bukti fisik yang masih dapat diakses. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun keberadaan mahkota ini sering kali terjebak antara sejarah dan legenda, kajian akademik terbaru telah mengkonfirmasi nilai sejarah dan kebendaan dari mahkota tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cogent Arts & Humanities pada 2024 mengkaji Mahkota Binokasih sebagai artefak budaya yang memiliki nilai estetika, simbolik, dan politik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pusaka ini bukan sekadar cerita rakyat, melainkan objek sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, sehingga memperkuat posisinya dalam kronologi panjang kerajaan Sunda.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait