🔴 Breaking
Penurunan Harga Emas Berlanjut, Investor Tunggu Keputusan The Fed Tyler Mane, Aktor X-Men, Umumkan Mengidap Kanker Payudara Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 18 Kuadriliun Persetujuan 664 RKAB Pertambangan Hingga Juni 2026 Ciri-Ciri Sakit Dada yang Menandakan Serangan Jantung Menurut Komedian Bolot Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Saizu Tahun Akademik 2026/2027 Diumumkan Kementerian ESDM Tingkatkan Standar Izin Pertambangan, Perusahaan Harus Penuhi Evaluasi Rencana Kerja Waspadai Gejala Mulut Kering dan Gusi Berdarah, Tanda Diabetes yang Perlu Diperhatikan Finalis ONMIPA dari UNAND Menghadapi Tantangan Kompetisi yang Semakin Ketat Tantangan Perajin Tahu dan Tempe: Selain Kedelai, Biaya Produksi Tertekan oleh Harga Minyak dan Plastik Penurunan Harga Emas Berlanjut, Investor Tunggu Keputusan The Fed Tyler Mane, Aktor X-Men, Umumkan Mengidap Kanker Payudara Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 18 Kuadriliun Persetujuan 664 RKAB Pertambangan Hingga Juni 2026 Ciri-Ciri Sakit Dada yang Menandakan Serangan Jantung Menurut Komedian Bolot Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Saizu Tahun Akademik 2026/2027 Diumumkan Kementerian ESDM Tingkatkan Standar Izin Pertambangan, Perusahaan Harus Penuhi Evaluasi Rencana Kerja Waspadai Gejala Mulut Kering dan Gusi Berdarah, Tanda Diabetes yang Perlu Diperhatikan Finalis ONMIPA dari UNAND Menghadapi Tantangan Kompetisi yang Semakin Ketat Tantangan Perajin Tahu dan Tempe: Selain Kedelai, Biaya Produksi Tertekan oleh Harga Minyak dan Plastik
Politik

Mahkota Binokasih: Simbol Kebesaran Sejarah Sunda di Keraton Sumedang

Mahkota Binokasih Sanghyang, yang terbuat dari emas dan bernilai sekitar Rp16 miliar, menjadi penanda penting dalam sejarah budaya Sunda yang hampir terlupakan.

Arjuna Mahendra

Penulis

03 May 2026
44 kali dibaca
Mahkota Binokasih: Simbol Kebesaran Sejarah Sunda di Keraton Sumedang
Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria selaku Raja Keraton Sumedang Larang saat mengangkat Mahkota Binokasih. ANTARA/HO-Pemkab Sumedang/aa.

Keraton Sumedang Larang tidak hanya berfungsi sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas budaya yang dinamis. Di dalamnya, Mahkota Binokasih Sanghyang memancarkan kilau emas yang menarik perhatian, menyimpan jejak panjang peradaban Sunda yang hampir hilang.

Mahkota ini, yang memiliki berat sekitar 8 kilogram dan terbuat sepenuhnya dari emas, disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Nilai mahkota ini diperkirakan mencapai Rp16 miliar, berdasarkan harga emas saat ini. Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat mengunjungi Sumedang, menekankan bahwa nilai sebenarnya dari Binokasih bukan terletak pada harga emasnya, tetapi pada warisan budaya yang luar biasa dari masa lalu.

Menurut Fadli, penting untuk memahami Binokasih sebagai simbol kebesaran sejarah Tatar Sunda, terutama di tengah minimnya bukti sejarah yang tersisa, seperti jejak kerajaan dan struktur fisik pusat pemerintahan yang sulit ditemukan. Mahkota ini menjadi artefak yang memberikan konteks pada narasi panjang peradaban Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan bahwa sejarah Sunda telah kehilangan banyak jejak, dan Mahkota Binokasih menjadi salah satu bukti fisik yang masih dapat diakses. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun keberadaan mahkota ini sering kali terjebak antara sejarah dan legenda, kajian akademik terbaru telah mengkonfirmasi nilai sejarah dan kebendaan dari mahkota tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cogent Arts & Humanities pada 2024 mengkaji Mahkota Binokasih sebagai artefak budaya yang memiliki nilai estetika, simbolik, dan politik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pusaka ini bukan sekadar cerita rakyat, melainkan objek sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, sehingga memperkuat posisinya dalam kronologi panjang kerajaan Sunda.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait