Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) baru saja menemukan 13 sumur minyak dan gas bumi baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penemuan ini mencatat potensi cadangan minyak hampir mencapai 1 juta barel dan gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa total cadangan minyak yang ditemukan diperkirakan sekitar 0,96 juta barel. Penemuan ini dianggap sangat penting mengingat meningkatnya kebutuhan energi nasional, serta memberikan tambahan pasokan strategis dari sumber dalam negeri. Salah satu sumur yang akan dikembangkan adalah MUT-346 OS HZ, yang ditargetkan mampu memproduksi gas hingga 7,3 juta kaki kubik per hari, dengan cadangan gas diperkirakan mencapai 3,6 miliar kaki kubik.
Djoko menambahkan bahwa dengan asumsi harga gas sebesar 7,7 dolar AS per MMBTU pada periode 2026–2031, serta nilai tukar Rp 17.000 per dolar AS, nilai cadangan gas ini diperkirakan mencapai Rp 471 miliar. Dari pengembangan sumur tersebut, pendapatan kotor yang diproyeksikan sekitar Rp 355 miliar, dan pendapatan pemerintah setelah pajak diperkirakan mencapai Rp 87 miliar. Kegiatan pengeboran dijadwalkan akan dimulai dalam waktu dekat.
Selain 13 sumur baru ini, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) juga mengelola 79 sumur yang berada di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja. Djoko memberikan apresiasi kepada Kementerian Transmigrasi atas dukungan dalam pemanfaatan lahan untuk kegiatan eksplorasi dan produksi migas, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Penemuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi migas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor energi di masa yang akan datang.