🔴 Breaking
Bandara Radin Inten II Ditutup Hingga Malam Akibat Erupsi Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengenai Kebiasaan Mengirim Ucapan Selamat Pagi di WhatsApp di India Menggunakan AC dan Kipas Angin Saat Erupsi Anak Krakatau: Tips untuk Kesehatan Pernapasan --- Penumpang di Bandara Jambi Memilih Tetap Menunggu Setelah Penerbangan Dibatalkan --- Pakar Kesehatan Ingatkan Warga untuk Waspada Terhadap Debu Vulkanik Anak Krakatau Bahaya Mengintai Pesawat yang Memaksa Melintasi Abu Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengungkap Fenomena Ucapan Selamat Pagi di India Olahraga Mudah untuk Mengatasi Perut Buncit Sambil Berbaring Memilih Antara Kontrak Rumah atau KPR dengan Gaji UMP: Mana yang Lebih Baik? MBG Masih Beroperasi Meski SPPG Kalitengah Sidoarjo Dihentikan Sementara Bandara Radin Inten II Ditutup Hingga Malam Akibat Erupsi Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengenai Kebiasaan Mengirim Ucapan Selamat Pagi di WhatsApp di India Menggunakan AC dan Kipas Angin Saat Erupsi Anak Krakatau: Tips untuk Kesehatan Pernapasan --- Penumpang di Bandara Jambi Memilih Tetap Menunggu Setelah Penerbangan Dibatalkan --- Pakar Kesehatan Ingatkan Warga untuk Waspada Terhadap Debu Vulkanik Anak Krakatau Bahaya Mengintai Pesawat yang Memaksa Melintasi Abu Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengungkap Fenomena Ucapan Selamat Pagi di India Olahraga Mudah untuk Mengatasi Perut Buncit Sambil Berbaring Memilih Antara Kontrak Rumah atau KPR dengan Gaji UMP: Mana yang Lebih Baik? MBG Masih Beroperasi Meski SPPG Kalitengah Sidoarjo Dihentikan Sementara
Kesehatan

MBG Masih Beroperasi Meski SPPG Kalitengah Sidoarjo Dihentikan Sementara

Program MBG di 19 lembaga yang dilayani oleh SPPG Kalitengah tetap dapat dilanjutkan meskipun SPPG tersebut dihentikan oleh Badan Gizi Nasional setelah insiden keracunan.

Eko Prasetyo

Penulis

06 September 2026
12 kali dibaca
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)

Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang berada di Sidoarjo telah dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah terjadinya keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan program MBG yang dilaksanakan di 19 lembaga yang sebelumnya mendapatkan layanan dari SPPG tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menyatakan bahwa program MBG masih dapat dilanjutkan dengan beberapa ketentuan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk memastikan keberlangsungan program MBG di lembaga-lembaga yang sebelumnya mendapatkan pasokan dari SPPG Kalitengah.

Alternatif Penyaluran MBG

"Terkait dengan keberlangsungan program ini, sependek yang saya tahu mereka (Korwil BGN) memberikan alternatif," ungkap Lakhsmie. Ia menambahkan bahwa alternatif yang diberikan adalah dengan mengalihkan penyaluran MBG dari SPPG lain. Hal ini berarti bahwa meskipun operasional SPPG dihentikan sementara, penyaluran MBG di 19 lembaga tersebut tidak akan terhenti.

"Jika para santri atau para murid yang ada di lembaga di bawah apa yang mendapat PM dari SPPG ini masih mau menerima, ya nanti akan diberikan apa namanya, jatahnya. Tapi tentunya dialihkan ke SPPG yang lain," jelasnya. Namun, Lakhsmie juga menekankan bahwa penyaluran tersebut tidak dapat dipaksakan jika lembaga atau penerima manfaat tidak bersedia untuk menerima MBG.

Keputusan Bergantung pada Lembaga dan Penerima Manfaat

Keberlanjutan penyaluran MBG ini sangat tergantung pada keputusan dari pihak sekolah atau lembaga penerima serta para santri atau siswa mereka. Dengan demikian, meskipun ada alternatif yang ditawarkan, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing lembaga dan individu yang terlibat.

Artikel Terkait