🔴 Breaking
Cara Tepat Menikmati Teh untuk Kesehatan Jantung yang Optimal UIN Saizu dan Koptan Maripan Bersinergi untuk Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal Program Rekomendasi BRI Prioritas dan BRI Private: Dapatkan Cashback Menarik Peluncuran GTA 6 Diprediksi Mengganggu Ekonomi AS Hingga Rp 18 Triliun Mengenal Kode Warna Bendera WBGT untuk Menilai Cuaca di JRF 2026 Strategi Al Abidin dalam Mempertahankan Kualitas Program Tahfidz di Berbagai Tingkatan Sekolah Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Mencapai 16% Didukung Berbagai Sektor Meta Dikenakan Denda Rp 450 Triliun Terkait Penipuan Privasi Pengguna Facebook Inovasi Pengobatan TBC: Durasi Pengobatan Dipangkas Jadi Satu Bulan Rektor UIN Saizu: Pentingnya Menghidupkan Semangat Kesantrian Melalui Pengabdian Cara Tepat Menikmati Teh untuk Kesehatan Jantung yang Optimal UIN Saizu dan Koptan Maripan Bersinergi untuk Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal Program Rekomendasi BRI Prioritas dan BRI Private: Dapatkan Cashback Menarik Peluncuran GTA 6 Diprediksi Mengganggu Ekonomi AS Hingga Rp 18 Triliun Mengenal Kode Warna Bendera WBGT untuk Menilai Cuaca di JRF 2026 Strategi Al Abidin dalam Mempertahankan Kualitas Program Tahfidz di Berbagai Tingkatan Sekolah Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Mencapai 16% Didukung Berbagai Sektor Meta Dikenakan Denda Rp 450 Triliun Terkait Penipuan Privasi Pengguna Facebook Inovasi Pengobatan TBC: Durasi Pengobatan Dipangkas Jadi Satu Bulan Rektor UIN Saizu: Pentingnya Menghidupkan Semangat Kesantrian Melalui Pengabdian
Kesehatan

Menggunakan AC dan Kipas Angin Saat Erupsi Anak Krakatau: Tips untuk Kesehatan Pernapasan

Dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mempengaruhi kesehatan pernapasan. Seorang dokter paru memberikan saran mengenai penggunaan AC dan kipas angin untuk mengurangi risiko tersebut.

Arjuna Mahendra

Penulis

06 September 2026
92 kali dibaca
Kipas angin. Foto: Getty Images/banvega
Kipas angin. Foto: Getty Images/banvega

Dampak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian serius, terutama terkait kesehatan pernapasan. Seorang dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), memberikan beberapa tips mengenai penggunaan Air Conditioner (AC) saat berada di dalam ruangan.

Pencegahan Melalui Pembatasan Aktivitas

Prof Agus menekankan pentingnya membatasi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan utama untuk mengurangi efek abu vulkanik pada sistem pernapasan. Ia menyatakan, "Untuk pencegahan primer, penggunaan air conditioner diperbolehkan, termasuk di dalam mobil, tapi harus menggunakan mode recirculate."

Mode recirculate pada AC, menurutnya, berfungsi untuk mengurangi pertukaran udara dari luar yang kemungkinan besar terkontaminasi oleh partikel abu vulkanik. Namun, ia juga menekankan bahwa kualitas udara di dalam ruangan harus tetap terjaga dengan baik.

Pemakaian Kipas Angin yang Tepat

Mengenai penggunaan kipas angin, Prof Agus menjelaskan bahwa selama kipas angin digunakan di dalam ruangan dengan kualitas udara yang baik, dan debu dari luar tidak masuk, maka penggunaannya diperbolehkan. "Kipas angin selama dia indoor dan kualitas udara di dalam rumah itu baik, debu dari luar tidak masuk, itu boleh," ungkapnya.

Namun, ia memperingatkan bahwa jika kondisi udara luar tidak dapat disaring karena ruangan terbuka, maka sebaiknya tidak menggunakan kipas angin. "Karena akan membuat debu beterbangan dan mudah terhirup," tutupnya.

Artikel Terkait