Dampak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian serius, terutama terkait kesehatan pernapasan. Seorang dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), memberikan beberapa tips mengenai penggunaan Air Conditioner (AC) saat berada di dalam ruangan.
Pencegahan Melalui Pembatasan Aktivitas
Prof Agus menekankan pentingnya membatasi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan utama untuk mengurangi efek abu vulkanik pada sistem pernapasan. Ia menyatakan, "Untuk pencegahan primer, penggunaan air conditioner diperbolehkan, termasuk di dalam mobil, tapi harus menggunakan mode recirculate."
Mode recirculate pada AC, menurutnya, berfungsi untuk mengurangi pertukaran udara dari luar yang kemungkinan besar terkontaminasi oleh partikel abu vulkanik. Namun, ia juga menekankan bahwa kualitas udara di dalam ruangan harus tetap terjaga dengan baik.
Pemakaian Kipas Angin yang Tepat
Mengenai penggunaan kipas angin, Prof Agus menjelaskan bahwa selama kipas angin digunakan di dalam ruangan dengan kualitas udara yang baik, dan debu dari luar tidak masuk, maka penggunaannya diperbolehkan. "Kipas angin selama dia indoor dan kualitas udara di dalam rumah itu baik, debu dari luar tidak masuk, itu boleh," ungkapnya.
Namun, ia memperingatkan bahwa jika kondisi udara luar tidak dapat disaring karena ruangan terbuka, maka sebaiknya tidak menggunakan kipas angin. "Karena akan membuat debu beterbangan dan mudah terhirup," tutupnya.