Kebiasaan masyarakat India yang rutin mengirim gambar ucapan "selamat pagi" melalui WhatsApp telah menjadi objek penelitian oleh seorang antropolog dari Universitas Oxford. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dengan judul "Good morning! Memes and the visual economy of images in contemporary India" dalam Journal of the Anthropological Society of Oxford Online pada tahun 2022. Penelitian ini ditulis oleh Marcus Banks dari Institute of Social and Cultural Anthropology, Universitas Oxford, yang dikenal sebagai salah satu tokoh dalam bidang antropologi visual.
Riset lapangan yang dilakukan oleh Banks berlangsung pada tahun 2017 di Jamnagar, sebuah kota di Gujarat, India barat. Mayoritas narasumber dalam penelitian ini adalah pria berusia antara 50 hingga 70 tahun, kebanyakan merupakan pedagang kain yang telah dikenalnya sejak tahun 1980-an. Sayangnya, Banks meninggal dunia pada Oktober 2020, dan tulisan ini diterbitkan setelah kepergiannya, disunting dari berbagai dokumen dan slide presentasi yang ditinggalkannya.
Perubahan Rencana Penelitian
Awalnya, Banks datang ke Jamnagar untuk meneliti reaksi masyarakat terhadap foto-foto kota dari era 1920-an, serta foto-foto yang ia ambil sendiri pada tahun 1980-an dan 1990-an. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena foto-foto lama tersebut tidak menarik minat narasumber. Akhirnya, Banks mengubah fokus penelitiannya dengan mewawancarai orang-orang mengenai isi galeri ponsel mereka dan mengamati penggunaan kamera ponsel.
Temuan awalnya cukup mengejutkan, hampir semua narasumber lanjut usia tidak memotret foto-foto yang ada di galeri ponsel mereka sendiri. Dari sini, Banks menemukan bahwa meme ucapan selamat pagi yang sering muncul di ponsel mereka menjadi perhatian utama. Salah satu sosok yang banyak dibahas dalam studi ini adalah Rajesh, seorang pria berusia 63 tahun yang memiliki dua smartphone. Satu ponsel digunakan untuk keluarga dan teman dekat, sementara yang lainnya untuk menjelajahi internet.
Ketulusan dalam Kiriman Meme
Setiap malam setelah bekerja, Rajesh mencari meme inspiratif di Google+, menambahkan komentar pendek, dan kemudian membagikannya di Facebook dan kontak WhatsApp. Ia mengirim sekitar 10 meme setiap hari dan menerima enam hingga tujuh kiriman serupa. Rajesh juga terhubung dengan sejumlah perempuan di Rumania yang tidak pernah ia temui, dan ia meneruskan gambar-gambar yang mereka kirim kepada kontaknya. Ketika ditanya mengenai alasannya, Rajesh menjawab bahwa ia hanya menyukai aktivitas tersebut.
Banks lebih tertarik pada aspek ketulusan di balik kiriman-kiriman tersebut. Ia sempat menanyakan kepada Rajesh tentang pilihan gambarnya, dan Rajesh menegaskan bahwa semua gambar yang ia kirim adalah "saachun," istilah dalam bahasa Gujarat yang berarti "benar." Meskipun foto-foto tersebut jelas merupakan hasil editan, bagi Rajesh, kebenaran tidak hanya terletak pada isi gambar, melainkan juga pada perasaan yang diwakilinya. Banks menyimpulkan bahwa meskipun meme selamat pagi terasa umum, baik pengirim maupun penerima menganggapnya tulus.
Studi ini juga mengungkap adanya tekanan sosial di balik kebiasaan tersebut. Salah satu narasumber, Kishor, berusia sekitar 50-an dan hanya menggunakan ponsel fitur, merasa terasing karena tidak dapat menggunakan WhatsApp dan berpartisipasi dalam grup chat keluarga. Rajesh, sepupunya yang lebih tua, mengkritik pilihan Kishor, berpendapat bahwa teknologi baru justru membantu menjaga hubungan kekerabatan.
Media di India pada waktu itu melaporkan sisi lain dari fenomena ini, dengan banyak laporan yang menyebutkan bahwa warga berusia di atas 60 tahun mengalami "kecanduan" WhatsApp, hingga anak-anak mereka berusaha untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Masifnya pengiriman ucapan selamat pagi menjadi masalah teknis tersendiri. Banks mencatat bahwa jutaan gambar diunduh dan diteruskan di India antara matahari terbit hingga pukul 08.00, yang menyebabkan ponsel menjadi hang dan membebani server Google.
Survei yang dilakukan oleh Western Digital pada tahun 2016 menunjukkan bahwa satu dari tiga perangkat Android di India kehabisan memori penyimpanan setiap hari, sementara di Amerika Serikat, angkanya hanya satu dari sepuluh perangkat. Hal ini disebabkan oleh pengaturan WhatsApp yang secara otomatis mengunduh media, sehingga kiriman langsung menumpuk di memori penerima tanpa perlu dibuka. Untuk mengatasi masalah ini, Google meluncurkan aplikasi pembersih memori bernama Files Go di New Delhi pada Desember 2017, yang mampu membebaskan lebih dari 1 GB ruang penyimpanan per pengguna.
Kebiasaan yang Masih Berlanjut
Delapan tahun setelah penelitian Banks, kebiasaan mengirim ucapan selamat pagi masih berlangsung. Canva, platform desain asal Australia, kini menjadikan konten ucapan selamat pagi sebagai salah satu materi lokalisasi utama untuk pasar India. Country Manager Canva India, Chandrika Deb, mengungkapkan bahwa ucapan selamat pagi dan ucapan hari raya merupakan contoh konten yang paling banyak dicari oleh pengguna di negara tersebut. Saat ini, India menjadi pasar terbesar keempat bagi Canva dengan sekitar 2,8 miliar desain yang telah dibuat, dan 2,5 juta desain baru muncul setiap harinya.
Jumlah pengguna WhatsApp di India juga mengalami peningkatan signifikan. Pada saat penelitian dilakukan pada tahun 2017, terdapat sekitar 200 juta akun aktif, dan kini angkanya telah melampaui 500 juta pengguna. India juga menjadi pasar terbesar untuk penggunaan Meta AI, sebagaimana disampaikan oleh Chief Financial Officer Meta, Susan Li, dalam laporan kinerja kuartal kedua 2024.
Perubahan yang paling mencolok adalah kapasitas memori perangkat. Menurut penelitian oleh Cyber Media Research (CMR), ponsel dengan penyimpanan 128 GB kini menjadi standar di India, dengan pangsa pasar meningkat dari 47 persen pada kuartal pertama 2023 menjadi 54 persen pada kuartal pertama 2026. Ponsel dengan kapasitas 256 GB juga mengalami lonjakan dari 7 persen menjadi 28 persen dalam periode yang sama, sementara ponsel 64 GB menurun dari 26 persen menjadi 12 persen. Ponsel 32 GB hampir tidak terlihat lagi di pasar India setelah tahun 2024.
WhatsApp juga melakukan penyesuaian. Sejak November 2020, mereka memperkenalkan menu Manage Storage yang mengelompokkan file besar dan media yang sering diteruskan, serta mengurutkannya berdasarkan ukuran. Pengunduhan otomatis kini dapat dimatikan melalui menu Settings > Storage and data, sehingga foto dan video baru hanya akan diunduh jika penerima memilih untuk membuka file tersebut.