Pasar kerja di sektor teknologi saat ini sedang mengalami tantangan. James Strawn, seorang insinyur perangkat lunak senior, mengalami pemecatan setelah mengabdi selama 25 tahun di industri ini, termasuk di perusahaan Accolade dan Adobe. Strawn, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Software Quality Engineer di Adobe Digital Video, kehilangan pekerjaannya pada Agustus 2025 dan baru mendapatkan pekerjaan baru setahun setelahnya sebagai sopir bus.
Pencarian Kerja yang Sulit
Pengalaman panjang Strawn di dunia teknologi tidak membuatnya mudah mendapatkan pekerjaan baru. Setelah dipecat, ia berusaha mencari peluang di bidang yang sama, namun selama setahun ia tidak berhasil mendapatkan tawaran kerja, yang membuatnya merasa terpuruk. Pada pertengahan Agustus 2026, ia memutuskan untuk memulai babak baru dengan menerima pekerjaan sebagai sopir bus sekolah di distrik tempat tinggalnya di Colorado, Amerika Serikat. Meskipun pekerjaan ini terbilang mulia, Strawn menyadari bahwa ini jauh dari bidang keahliannya sebagai insinyur.
Refleksi dan Dukungan
Dalam sebuah unggahan di LinkedIn, Strawn mengungkapkan, "Setelah lebih dari setahun mencari pekerjaan yang sulit, merasa terpuruk dan didiskriminasi oleh industri teknologi, saya menginformasikan bahwa kali ini babak baru saya telah dimulai." Ia mengakui bahwa gaji dari pekerjaan barunya jauh lebih rendah dibandingkan saat bekerja di sektor teknologi, tetapi ia merasa senang dengan pekerjaan tersebut. "Gajinya jauh lebih rendah dari pekerjaan sebelumnya, tetapi menyenangkan, anak-anaknya kebanyakan baik, dan rekan kerja saya peduli, baik, dan sangat rendah hati," tulisnya.
Strawn juga mengkritik proses perekrutan di industri teknologi yang dialaminya setelah dipecat. Ia menyatakan bahwa banyak perusahaan dan perekrut yang secara otomatis menyaring lamaran kerjanya, mengabaikan pertanyaan yang ia ajukan, dan bahkan tidak hadir dalam wawancara. "Saya berharap industri ini bisa menemukan jalannya kembali untuk memperlakukan orang dengan lebih baik," tambahnya. Unggahan ini mendapat banyak tanggapan dari pengguna LinkedIn lainnya yang juga merasakan kesulitan serupa.
Di akhir postingannya, Strawn menyampaikan rasa terima kasih kepada mantan rekan kerja dan koneksi di LinkedIn yang memberikan dukungan selama masa pencarian kerja. Ia mengungkapkan, "Kepada semua mantan rekan kerja dan koneksi LinkedIn yang menghubungi saya untuk memberikan semangat dan dukungan, saya berterima kasih sedalam-dalamnya." Meskipun ia merasa dikhianati oleh perusahaan sebelumnya, Strawn memilih untuk melihat pengalaman ini sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. "Mari bersulang untuk awal yang baru," tutupnya.