🔴 Breaking
Cara Tepat Menikmati Teh untuk Kesehatan Jantung yang Optimal UIN Saizu dan Koptan Maripan Bersinergi untuk Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal Program Rekomendasi BRI Prioritas dan BRI Private: Dapatkan Cashback Menarik Peluncuran GTA 6 Diprediksi Mengganggu Ekonomi AS Hingga Rp 18 Triliun Mengenal Kode Warna Bendera WBGT untuk Menilai Cuaca di JRF 2026 Strategi Al Abidin dalam Mempertahankan Kualitas Program Tahfidz di Berbagai Tingkatan Sekolah Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Mencapai 16% Didukung Berbagai Sektor Meta Dikenakan Denda Rp 450 Triliun Terkait Penipuan Privasi Pengguna Facebook Inovasi Pengobatan TBC: Durasi Pengobatan Dipangkas Jadi Satu Bulan Rektor UIN Saizu: Pentingnya Menghidupkan Semangat Kesantrian Melalui Pengabdian Cara Tepat Menikmati Teh untuk Kesehatan Jantung yang Optimal UIN Saizu dan Koptan Maripan Bersinergi untuk Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal Program Rekomendasi BRI Prioritas dan BRI Private: Dapatkan Cashback Menarik Peluncuran GTA 6 Diprediksi Mengganggu Ekonomi AS Hingga Rp 18 Triliun Mengenal Kode Warna Bendera WBGT untuk Menilai Cuaca di JRF 2026 Strategi Al Abidin dalam Mempertahankan Kualitas Program Tahfidz di Berbagai Tingkatan Sekolah Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Mencapai 16% Didukung Berbagai Sektor Meta Dikenakan Denda Rp 450 Triliun Terkait Penipuan Privasi Pengguna Facebook Inovasi Pengobatan TBC: Durasi Pengobatan Dipangkas Jadi Satu Bulan Rektor UIN Saizu: Pentingnya Menghidupkan Semangat Kesantrian Melalui Pengabdian
Kesehatan

Pakar Kesehatan Ingatkan Warga untuk Waspada Terhadap Debu Vulkanik Anak Krakatau

Debu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke berbagai daerah, sehingga masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati agar tidak terpapar. Para ahli menyarankan langka...

Aditya Surya

Penulis

06 September 2026
69 kali dibaca
Foto: Abu vulkanik Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Foto: Abu vulkanik Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Jakarta - Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, debu vulkanik telah menyebar ke sejumlah daerah di sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan debu tersebut. Meskipun demikian, para ahli menekankan pentingnya untuk tidak panik dan lebih fokus pada tindakan pencegahan yang dapat diambil.

"Ya, dengan kondisi seperti ini masyarakat tidak perlu panik. Tetapi yang terpenting adalah menjaga bagaimana kita terhindar dari dampak debu vulkanik itu dengan beberapa upaya penjagaan," ungkap Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), seorang spesialis paru dari RSUP Persahabatan, dalam sebuah wawancara.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Para ahli merekomendasikan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi debu vulkanik masih berlangsung. Namun, jika terpaksa harus beraktivitas di luar, penggunaan alat pelindung diri sangat dianjurkan untuk meminimalisir paparan debu.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau beraktivitas sebaiknya menggunakan alat pelindung diri, seperti kacamata, masker, terus bajunya yang lengan panjang," jelasnya. Penggunaan pakaian lengan panjang juga dapat membantu melindungi kulit dari debu vulkanik yang berbahaya.

Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Setelah Terpapar

Selain langkah-langkah pencegahan, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kesehatan tubuh mereka setelah terpapar debu vulkanik. Jika merasakan gejala yang tidak biasa, disarankan untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kalau ada gejala-gejala keluhan yang dirasakan terkait dengan kena debu vulkanik ini, bisa segera konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat," imbuhnya.

Artikel Terkait