🔴 Breaking
Bandara Radin Inten II Ditutup Hingga Malam Akibat Erupsi Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengenai Kebiasaan Mengirim Ucapan Selamat Pagi di WhatsApp di India Menggunakan AC dan Kipas Angin Saat Erupsi Anak Krakatau: Tips untuk Kesehatan Pernapasan --- Penumpang di Bandara Jambi Memilih Tetap Menunggu Setelah Penerbangan Dibatalkan --- Pakar Kesehatan Ingatkan Warga untuk Waspada Terhadap Debu Vulkanik Anak Krakatau Bahaya Mengintai Pesawat yang Memaksa Melintasi Abu Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengungkap Fenomena Ucapan Selamat Pagi di India Olahraga Mudah untuk Mengatasi Perut Buncit Sambil Berbaring Memilih Antara Kontrak Rumah atau KPR dengan Gaji UMP: Mana yang Lebih Baik? MBG Masih Beroperasi Meski SPPG Kalitengah Sidoarjo Dihentikan Sementara Bandara Radin Inten II Ditutup Hingga Malam Akibat Erupsi Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengenai Kebiasaan Mengirim Ucapan Selamat Pagi di WhatsApp di India Menggunakan AC dan Kipas Angin Saat Erupsi Anak Krakatau: Tips untuk Kesehatan Pernapasan --- Penumpang di Bandara Jambi Memilih Tetap Menunggu Setelah Penerbangan Dibatalkan --- Pakar Kesehatan Ingatkan Warga untuk Waspada Terhadap Debu Vulkanik Anak Krakatau Bahaya Mengintai Pesawat yang Memaksa Melintasi Abu Anak Krakatau Penelitian Oxford Mengungkap Fenomena Ucapan Selamat Pagi di India Olahraga Mudah untuk Mengatasi Perut Buncit Sambil Berbaring Memilih Antara Kontrak Rumah atau KPR dengan Gaji UMP: Mana yang Lebih Baik? MBG Masih Beroperasi Meski SPPG Kalitengah Sidoarjo Dihentikan Sementara
Kesehatan

Pakar Kesehatan Ingatkan Warga untuk Waspada Terhadap Debu Vulkanik Anak Krakatau

Debu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke berbagai daerah, sehingga masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati agar tidak terpapar. Para ahli menyarankan langka...

Aditya Surya

Penulis

06 September 2026
10 kali dibaca
Foto: Abu vulkanik Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Foto: Abu vulkanik Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Jakarta - Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, debu vulkanik telah menyebar ke sejumlah daerah di sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan debu tersebut. Meskipun demikian, para ahli menekankan pentingnya untuk tidak panik dan lebih fokus pada tindakan pencegahan yang dapat diambil.

"Ya, dengan kondisi seperti ini masyarakat tidak perlu panik. Tetapi yang terpenting adalah menjaga bagaimana kita terhindar dari dampak debu vulkanik itu dengan beberapa upaya penjagaan," ungkap Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), seorang spesialis paru dari RSUP Persahabatan, dalam sebuah wawancara.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Para ahli merekomendasikan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi debu vulkanik masih berlangsung. Namun, jika terpaksa harus beraktivitas di luar, penggunaan alat pelindung diri sangat dianjurkan untuk meminimalisir paparan debu.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau beraktivitas sebaiknya menggunakan alat pelindung diri, seperti kacamata, masker, terus bajunya yang lengan panjang," jelasnya. Penggunaan pakaian lengan panjang juga dapat membantu melindungi kulit dari debu vulkanik yang berbahaya.

Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Setelah Terpapar

Selain langkah-langkah pencegahan, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kesehatan tubuh mereka setelah terpapar debu vulkanik. Jika merasakan gejala yang tidak biasa, disarankan untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kalau ada gejala-gejala keluhan yang dirasakan terkait dengan kena debu vulkanik ini, bisa segera konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat," imbuhnya.

Artikel Terkait