🔴 Breaking
Memahami Gejala dan Penyebab Kanker Serviks pada Stadium Lanjut The Fiji Times Soroti Film Pig Feast: Jangan Biarkan Film Menjadi Vonis, Verifikasi Fakta Tetap yang Utama Wabah Diare Parah di AS: Lebih dari 400 Kasus Teridentifikasi Daftar 95 Lembaga Pinjaman Online Resmi OJK Juli 2026, Periksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang Tanggapan Bulog Atasi Hama di Karawang Melalui Fumigasi Gudang Beras China Diakui Sebagai Pusat Pelatihan Terkuat di Dunia, Perusahaan Lemah Berisiko Tersisih Apakah Harga Tinggi Menjamin Kualitas Skincare? Simak Penjelasan Ahli Kegiatan Awwalussanah di Al Abidin dan SMA ABBS Karanganyar Kenaikan Harga Emas Pegadaian pada 4 Juli 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Bersama Memahami Gejala dan Penyebab Kanker Serviks pada Stadium Lanjut The Fiji Times Soroti Film Pig Feast: Jangan Biarkan Film Menjadi Vonis, Verifikasi Fakta Tetap yang Utama Wabah Diare Parah di AS: Lebih dari 400 Kasus Teridentifikasi Daftar 95 Lembaga Pinjaman Online Resmi OJK Juli 2026, Periksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang Tanggapan Bulog Atasi Hama di Karawang Melalui Fumigasi Gudang Beras China Diakui Sebagai Pusat Pelatihan Terkuat di Dunia, Perusahaan Lemah Berisiko Tersisih Apakah Harga Tinggi Menjamin Kualitas Skincare? Simak Penjelasan Ahli Kegiatan Awwalussanah di Al Abidin dan SMA ABBS Karanganyar Kenaikan Harga Emas Pegadaian pada 4 Juli 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Bersama
Kesehatan

Memahami Gejala dan Penyebab Kanker Serviks pada Stadium Lanjut

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami oleh perempuan, dengan banyak kasus terdeteksi pada stadium lanjut. Berbagai faktor penyebab dan gejala yang muncul perlu dipahami...

Galang Mahesa

Penulis

05 July 2026
6 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)

Setiap tahun, lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks dilaporkan di Indonesia, dan sekitar 70 persen dari kasus tersebut terdiagnosis pada stadium lanjut, yang berpotensi meningkatkan angka kematian. Rendahnya tingkat deteksi dini menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian akibat kanker serviks.

Kanker serviks, atau kanker leher rahim, adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel di mukosa serviks yang dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, termasuk uterus dan organ panggul lainnya.

Kondisi Tubuh saat Kanker Serviks Stadium Lanjut

Kanker serviks sering disebut sebagai "silent killer" bagi perempuan karena tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Spesialis obstetri dan ginekologi, Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menjelaskan bahwa pada stadium lanjut atau stadium 4, terdapat beberapa gejala yang mungkin dialami oleh pengidapnya. Salah satu gejala yang diwaspadai adalah keputihan yang tidak normal.

“Keputihan itu ada yang bening. Tapi kalau keputihannya itu sudah berwarna, berwarna putih, berwarna kuning, apalagi sampai berbau. Putih, kuning, ada mikroorganisme atau kuman lain. Kita obati sesuai dengan penyebabnya, kan?” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika keputihan sudah berbau dan berwarna merah, ini bisa menjadi indikasi kanker.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perdarahan saat berhubungan intim. Menurut Prof Yudi, jika perdarahan disertai nyeri, ini bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar dari area mulut rahim. Pada stadium lanjut, kanker serviks dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keluarnya feses dari vagina atau kebocoran saluran kencing. “Itu sudah stadium 4A dan 4B,” tambahnya.

Penyebab Kanker Serviks

Human Papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama kanker serviks yang ditularkan melalui hubungan seksual. Terdapat 15 tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks, dengan tipe 16 dan 18 sebagai penyebab paling umum. Infeksi HPV yang tidak diobati dapat mengakibatkan sel-sel abnormal pada leher rahim berkembang menjadi kanker seiring waktu.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serviks antara lain:

  1. Merokok: Kebiasaan ini dapat memperpanjang infeksi HPV.
  2. Memiliki banyak pasangan seksual: Ini meningkatkan risiko terpapar HPV.
  3. Memulai aktivitas seksual pada usia dini: Ini juga meningkatkan risiko infeksi HPV.
  4. Mengidap infeksi menular seksual lainnya: Seperti herpes dan HIV-AIDS.
  5. Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Meningkatkan risiko infeksi HPV yang menetap.
  6. Terpapar obat pencegah keguguran di dalam kandungan: Seperti diethylstilbestrol (DES) yang digunakan pada tahun 1950-an.

Pemeriksaan Kanker Serviks

Prof Yudi menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. “Kanker serviks tidak perlu ditakuti tapi harus diwaspadai. Karena itu masih bisa kita berantas dengan baik,” tegasnya.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Pemeriksaan Pap Smear: Mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi tanda-tanda kanker.
  2. Tes HPV: Untuk mendeteksi ada tidaknya virus HPV pada leher rahim.
  3. Biopsi: Mengambil sampel jaringan jika ada tanda mencurigakan.
  4. Skrining dengan IVA: Menggunakan asam asetat untuk melihat adanya sel kanker pada leher rahim.

Deteksi dini dan pemahaman tentang gejala serta penyebab kanker serviks sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah penyakit ini.

Artikel Terkait