🔴 Breaking
Kesehatan

Mengapa Aroma Tertentu Dapat Memicu Kenangan Masa Lalu?

Aroma tertentu, seperti bau makanan atau parfum, dapat memicu kenangan yang mendalam di dalam otak. Penelitian menunjukkan hubungan kuat antara penciuman dan memori, yang telah menarik perhatian para...

Eko Prasetyo

Penulis

19 May 2026
13 kali dibaca
Mengapa Aroma Tertentu Dapat Memicu Kenangan Masa Lalu?
Ilustrasi. (Foto: Istock)

Jakarta - Pernahkah Anda merasakan saat mencium aroma tertentu, seperti bau makanan atau parfum, tiba-tiba otak Anda seperti mengalami 'flashback' ke masa lalu? Aroma tersebut seolah-olah mengingatkan pada momen-momen yang pernah dialami dalam hidup. Fenomena ini telah menarik perhatian para peneliti selama bertahun-tahun.

Salah satu penelitian yang dilakukan pada tahun 1935 oleh psikolog Donald Laird mengeksplorasi hubungan antara bau dan memori. Dalam studi tersebut, Laird meminta 254 responden untuk menuliskan aroma 'nostalgia' yang mereka ingat. Hasilnya, ia menerima berbagai cerita, seperti aroma parfum yang mengingatkan seseorang pada momen berdansa, bau wol yang mengingatkan pada pamannya yang telah meninggal, hingga aroma serbuk kayu yang memunculkan kenangan bekerja di tempat penggergajian kayu.

Hubungan Antara Penciuman dan Memori

"Kenangan yang dipicu oleh bau-bau tersebut ternyata kuat, emosional, dan tertanam dalam. Bukan sekadar 'bayangan samar yang lewat begitu saja dalam pikiran kita'," ungkap Laird dalam laporannya, yang dikutip dari Harvard Medicine.

Hampir satu abad setelah penelitian Laird, para ilmuwan kembali meneliti fenomena ini. Profesor neurobiologi dari Harvard Medical School, Sandeep Robert Datta, menjelaskan bahwa meskipun kemampuan penciuman manusia tidak sekuat beberapa hewan, indera ini sangat terkait dengan pusat kognitif, emosi, dan memori. Hidung manusia memiliki ratusan reseptor bau, yang masing-masing dirancang untuk berinteraksi dengan kelompok molekul bau tertentu.

Proses Penciuman dan Dampaknya terhadap Kenangan

Ketika molekul bau masuk ke hidung dan menempel pada reseptor yang sesuai, proses ini mirip dengan 'kunci yang dimasukkan ke dalam gembok'. Selanjutnya, neuron sensorik olfaktori mengirimkan sinyal listrik melalui akson ke berbagai bagian otak. Sinyal tersebut singgah sebentar di olfactory bulb sebelum melanjutkan ke area-area penting yang berhubungan dengan pembelajaran, emosi, dan memori.

Korteks olfaktori atau piriform cortex yang bertugas mengenali bau, amigdala yang terlibat dalam pembentukan emosi, dan hipokampus yang menyimpan serta mengatur memori. Jika hipokampus menganggap bau tersebut penting, terutama yang berkaitan dengan momen emosional, informasi itu bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, puluhan tahun kemudian, aroma yang sama dapat langsung membanjiri seseorang dengan kenangan dan emosi dari masa lalu.

"Informasi dari penglihatan, suara, dan indra lainnya harus melewati thalamus terlebih dahulu sebelum mencapai amigdala dan hipokampus. Sebaliknya, sistem penciuman berada tepat di samping kedua area tersebut, sehingga tampak 'berevolusi untuk langsung menghubungkan informasi dengan pusat memori dan emosi'," jelas Datta.

Hal ini mungkin menjelaskan mengapa penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kenangan yang dipicu oleh indra lain, memori yang dipicu oleh bau cenderung lebih emosional dan lebih sering membawa seseorang kembali ke masa-masa awal kehidupannya.

Artikel Terkait