Menjelang acara tahunan Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 22 Juli, CEO Samsung Electronics, TM Roh, menerbitkan sebuah editorial yang berisi panduan mengenai arah pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta perangkat Galaxy generasi selanjutnya. Editorial yang berjudul "AI Doesn't Need To Outthink You. It Needs To Understand You" ini dipublikasikan di laman Samsung Newsroom global pada Rabu, 8 Juli 2026, setelah Samsung mengonfirmasi jadwal acara Galaxy Unpacked kedua di tahun ini. Hal ini menarik perhatian karena Roh, yang memiliki nama lengkap Tae-Moon Roh, jarang menyampaikan pandangannya melalui tulisan editorial.
Dalam editorial tersebut, Roh menekankan bahwa masa depan AI bukanlah tentang kecerdasan yang paling tinggi, melainkan tentang kemampuan AI dalam memahami penggunanya. "AI tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan. Kini AI memasuki era agentic, yaitu mampu mengambil tindakan atas nama pengguna, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan manusia," tulis Roh.
Memasuki Era Agentic AI
Samsung berkomitmen untuk mendemokratisasi Galaxy AI kepada lebih banyak pengguna. Perusahaan ini pertama kali memperkenalkan fitur AI (Galaxy AI) melalui Galaxy S24 series pada tahun 2024. Kini, dua tahun setelahnya, Samsung memasuki era agentic AI, di mana perangkat dapat bertindak secara mandiri tanpa perlu perintah dari pengguna. Ini berbeda dengan AI konvensional yang masih memerlukan instruksi rinci dari pengguna untuk menjalankan perintah.
Menurut Roh, untuk memungkinkan AI bertindak bagi pengguna, sistem tersebut harus memahami kebiasaan dan kebutuhan penggunanya. Oleh karena itu, Samsung membangun ekosistem yang menghubungkan berbagai perangkat Galaxy agar AI dapat memperoleh konteks yang lebih lengkap. Ini mencakup smartphone yang digunakan sehari-hari, tablet untuk bekerja dan belajar, smartwatch yang memantau tidur dan detak jantung, serta TV dan peralatan rumah pintar yang memahami aktivitas pengguna di rumah. Semua perangkat ini akan saling berbagi konteks untuk menciptakan pengalaman AI yang lebih personal. Sebagai contoh, data kualitas tidur dari Galaxy Watch dapat digunakan oleh AI untuk menyusun jadwal pengguna secara otomatis untuk keesokan harinya.
Roh juga menekankan bahwa AI terbaik adalah yang bekerja "senyap" di latar belakang tanpa mengganggu pengguna, tetapi tetap mampu memberikan bantuan yang relevan pada waktu yang tepat.
Inovasi Ponsel Lipat dan Kacamata Pintar
Roh menegaskan bahwa Samsung masih melihat ponsel lipat sebagai perangkat yang paling cocok untuk mendukung perkembangan AI. Ia menyatakan bahwa semakin personal dan canggih kemampuan AI, semakin penting pula desain perangkat yang digunakan. "Seiring dengan bantuan AI dalam melakukan lebih banyak hal sekaligus, layar yang dapat dilipat memperluas kemungkinan yang ada. Inilah yang membuat ponsel lipat istimewa: perangkat ini dapat dilipat ke dalam genggaman tangan Anda atau dilipat untuk layar yang lebih besar," ungkap Roh.
Ia menambahkan bahwa selama beberapa generasi terakhir, Samsung terus berupaya membuat perangkat lipat menjadi lebih tipis, ringan, kuat, dan semakin imersif. Selain smartphone, tablet, jam tangan pintar, TV, dan perangkat rumah pintar, Samsung juga sedang memperluas penggunaan AI ke bentuk baru, mulai dari perangkat lipat hingga kacamata pintar. Pernyataan ini semakin memperkuat berbagai bocoran yang menyebutkan bahwa Samsung akan meluncurkan Galaxy Z Fold 8 dengan desain lebih lebar pada acara Galaxy Unpacked di London. Di sisi lain, Samsung juga diketahui tengah mengembangkan perangkat kacamata pintar bersama Google, meskipun belum ada kepastian apakah perangkat tersebut akan diumumkan bersamaan dengan lini Z Fold/Flip.
Roh juga menekankan pentingnya keamanan data di era AI. Ia menyatakan bahwa AI yang semakin personal harus dibangun di atas fondasi kepercayaan. Samsung mengungkapkan bahwa sistem keamanan Knox kini tidak hanya melindungi perangkat Galaxy secara individual, tetapi juga koneksi antarperangkat dalam ekosistem Galaxy. Data yang paling sensitif akan tetap diproses dan disimpan di perangkat untuk memastikan pengguna memiliki kendali penuh atas informasi pribadi mereka.
Menutup editorialnya, Roh menyampaikan bahwa pertanyaan terbesar di era AI bukan lagi tentang siapa yang memiliki AI paling pintar, melainkan siapa yang mampu memahami manusia dengan lebih baik dan mengubah pemahaman tersebut menjadi pengalaman yang dapat dipercaya.
Galaxy Unpacked akan berlangsung pada 22 Juli 2026, dan diharapkan menjadi panggung peluncuran global untuk Galaxy Z Fold 8 series dan perangkat lainnya.